SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Provinsi Banten menggelar workshop bertajuk “Membangun Integritas Kepemimpinan dalam Serikat Pekerja” di Hotel Istana Nelayan, Jatiuwung, Kamis (21/8). Kegiatan ini menjadi salah satu agenda rutin KSPSI Banten yang bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di tingkat pengurus unit kerja (PUK) se-Provinsi Banten.
Ketua KSPSI Banten Dedi Sudarajat menjelaskan bahwa workshop kali ini fokus pada pembahasan tentang kepemimpinan (leadership) dan militansi dalam perjuangan serikat pekerja. Hal itu, kata dia, penting untuk membekali para pengurus agar memiliki pemahaman, integritas, serta kemampuan dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi buruh di lapangan.
“Peserta workshop ini adalah para pengurus tingkat unit kerja se-Provinsi Banten. Tujuannya jelas, agar SDM pengurus kita semakin kuat, mumpuni, dan mampu bersaing di era globalisasi saat ini,” ungkap Dedi.
Menurutnya, agenda workshop KSPSI Banten memang dilaksanakan secara berkala setiap tiga bulan sekali dengan mengangkat tema berbeda, tetapi tetap memiliki benang merah yang sama, yaitu peningkatan kapasitas dan kualitas pengurus serikat pekerja. “PUK itu kan pengurus paling bawah, dan masalah buruh sering muncul di level tersebut. Kalau pengurusnya sudah dibekali SDM yang luar biasa, tentu penyelesaian masalah akan lebih efektif,” tambahnya.
Workshop ini menjadi rangkaian kegiatan strategis KSPSI Banten dalam mempersiapkan pengurus serikat agar mampu menghadapi dinamika hubungan industrial yang kian kompleks. Selain membahas materi kepemimpinan, kegiatan juga menekankan pentingnya militansi dalam memperjuangkan hak-hak buruh dengan cara yang konstruktif.
Dedi menegaskan bahwa KSPSI Banten berkomitmen untuk terus memberikan ruang pembelajaran bagi para pengurus di tingkat bawah agar mereka memiliki pemahaman luas mengenai tanggung jawab organisasi. Dengan demikian, serikat pekerja tidak hanya menjadi wadah perjuangan, tetapi juga pusat pembinaan kader pemimpin yang berintegritas.
“Intinya, kita ingin memastikan bahwa pengurus serikat pekerja di semua level, terutama PUK, tidak hanya sekadar ada, tetapi benar-benar berfungsi sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan kepentingan anggota,” ujar Dedi.
Kegiatan workshop mendapat apresiasi dari Gubernur Banten, Andra Soni, yang hadir dalam kesempatan tersebut. Ia menilai program peningkatan kapasitas kepemimpinan di tubuh serikat pekerja sangat relevan dengan tantangan ketenagakerjaan saat ini.
“Workshop seperti ini sangat penting untuk membangun jiwa kepemimpinan di kalangan pengurus serikat buruh. Dengan demikian, mereka bisa lebih siap menghadapi berbagai persoalan setelah mengikuti kegiatan ini,” kata Andra.
Sejalan dengan itu, Gubernur Andra Soni menekankan pentingnya hubungan yang harmonis antara buruh, pengusaha, dan pemerintah. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi jembatan untuk memperkuat dialog sosial yang sehat, sehingga konflik industrial dapat diminimalisasi. “Kalau buruhnya sejahtera, otomatis ekonomi daerah juga maju. Jadi kita perlu terus membangun sinergi antara semua pihak,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan buruh di Banten merupakan salah satu ujung tombak pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, peningkatan kualitas kepemimpinan dan integritas buruh melalui wadah serikat pekerja akan berdampak positif bagi iklim ketenagakerjaan maupun pertumbuhan ekonomi daerah.
“Buruh adalah barometer perekonomian. Kalau buruh bisa membangun sinergi, menjaga integritas, serta memperkuat kepemimpinan, itu sangat membantu pemerintah dalam menjaga stabilitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya. (mg01)