SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Ribuan mahasiswa, dosen, dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mulai diberangkatkan ke sejumlah kawasan transmigrasi. Program bertajuk Ekspedisi Patriot ini diinisiasi Kementerian Transmigrasi dan didukung penuh oleh perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman Suryanagara yang secara langsung melepas keberangkatan tim di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (26/8/2025) menegaskan bahwa program ini bukan sekadar penelitian, melainkan upaya nyata memberikan solusi langsung kepada masyarakat transmigran.
“Sejak kemarin sudah ada tim yang berangkat, sebagian sudah tiba di Maluku, NTT, dan Sulawesi. Selama satu minggu ini, sebanyak 2.000 peneliti akan disebar ke seluruh kawasan transmigrasi di Indonesia. Hari ini ada yang ke Batam, Jambi, PALI, Ogan Ilir, Sarolangun, Poso, hingga Telang Banyu Asin. Targetnya, minggu ini seluruh peneliti sudah berada di lokasi masing-masing,” ujar Iftitah.
Program ekspedisi ini mendapat dukungan pendanaan dari APBN. Namun, Menteri Iftitah menekankan pentingnya kreativitas mahasiswa untuk mencari solusi di luar anggaran negara. Ia mencontohkan, ada kelompok mahasiswa yang berinisiatif menggalang dana melalui lembaga sosial untuk membantu pembangunan jalan desa transmigrasi yang masih terbengkalai.
“Mahasiswa mengatakan akan mencari worth funding, bahkan sudah komunikasi dengan rumah zakat. Hal-hal kecil seperti ini, bila dilakukan bersama, bisa membawa dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Iftitah juga menyinggung gagasan mahasiswa yang ingin menjadikan cabai sebagai komoditas unggulan di kawasan transmigrasi. Menurutnya, ide membentuk sentra cabai secara komunal akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Baca Juga: Menteri Transmigrasi: Paskibra Tempat Tempa Calon Pemimpin Berintegritas
Fokus penelitian dalam ekspedisi ini bersifat tailor-made, sesuai potensi masing-masing daerah. Menteri Iftitah mencontohkan kawasan Melolo, Sumba Timur, yang meski tanahnya tandus, namun memiliki iklim dan kondisi tanah yang cocok untuk tanaman tebu dengan kadar gula tinggi.
“Potensi setiap kawasan sangat beragam. Ada pangan, energi, industri pariwisata, perikanan, peternakan, perkebunan, bahkan pertambangan. Semua ini akan digali untuk kesejahteraan rakyat, sesuai semangat Bhinneka Tunggal Ika,” jelasnya.
Ekspedisi Patriot melibatkan tujuh perguruan tinggi besar, seperti Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), serta 17 perguruan tinggi daerah.
Komposisi peserta terdiri dari lebih dari 50 persen mahasiswa S1, sekitar 400 mahasiswa S2 dan S3, 500 alumni S1, serta puluhan dosen dan peneliti senior. Mereka berasal dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari teknik, lingkungan, sosial, hingga sastra.
Menariknya, partisipasi mahasiswa ini juga diakui sebagai bagian dari kurikulum. Bagi yang mengikuti penuh selama empat bulan, kegiatan ini setara dengan 20 SKS atau satu semester penuh.
Salah seorang juru bicara mahasiswa dari Universitas Pancasila (UNIP) menyatakan kesiapan tim dalam menjalankan program tersebut. “Kami siap menyukseskan Ekspedisi Patriot ini, karena tujuannya mendukung salah satu astacita Presiden Prabowo Subianto. Semangat kami tinggi,” katanya.
Baca Juga: Harta Kekayaan Saiful Milah, Ketua DPRD Kota Tangerang Terpilih Pengganti Alm Rusdi
Ia menambahkan, persiapan dilakukan jauh-jauh hari dengan melakukan riset awal melalui data dan media sosial agar tidak buta ketika tiba di lokasi penelitian.
Program Ekspedisi Patriot ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan nyata masyarakat transmigran. Pemerintah menekankan agar penelitian tidak hanya berhenti pada laporan, tetapi menghasilkan solusi yang langsung dirasakan masyarakat. “Kalau hanya berhenti pada problem statement itu tidak ada gunanya. Kita ingin dana APBN yang berasal dari pajak rakyat kembali dalam bentuk karya nyata yang lebih besar,” tutup Menteri Iftitah. (mg01)
























