SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang mengirim 155 liter plasma darah ke Korea Selatan (Korsel) untuk menjalani proses fraksionasi, yakni pemisahan komponen plasma menjadi produk terapeutik yang bernilai medis tinggi.
Ketua PMI Kota Tangerang, Oman Jumansyah, mengatakan pengiriman plasma darah tersebut merupakan bagian dari komitmen PMI untuk memastikan hasil donor dapat dimanfaatkan secara optimal. “Baru saja kami melakukan pengepakan plasma darah yang akan dikirimkan ke fasilitas fraksionasi. Kali ini sebanyak 155 liter, setelah sebelumnya pada awal bulan sudah terkirim 310 liter plasma darah,” ujar Oman, Kamis (28/8/2025).
Ia menambahkan, total sebanyak 648 kantong plasma darah kini sudah disiapkan dan terlebih dahulu dikirim ke Kiat Ananda Cold Storage Bogor sebelum diberangkatkan ke luar negeri.
Sementara, Manager Kualitas Unit Pengelola Darah PMI Kota Tangerang, TB Bahtiar, menjelaskan bahwa plasma yang dikirim merupakan hasil donor darah yang tidak digunakan untuk transfusi pasien. Menurutnya, langkah ini sangat strategis agar plasma yang ada tidak terbuang sia-sia.
“Darah yang tidak diolah menjadi plasma biasanya akan dimusnahkan, bahkan membutuhkan biaya tinggi. Dengan fraksionasi, plasma bisa dimanfaatkan kembali menjadi produk bernilai medis yang bermanfaat luas,” ungkap Bahtiar.
Produk fraksionasi plasma, seperti albumin, globulin, hingga imunoglobulin, berperan penting dalam berbagai terapi medis, mulai dari pengobatan penyakit autoimun hingga perawatan pasien dengan kondisi infeksi tertentu.
PMI Kota Tangerang memastikan, setelah melalui proses fraksionasi di Korea Selatan, produk plasma tersebut akan dikirim kembali ke Indonesia. Nantinya, hasil olahan plasma siap didistribusikan ke berbagai rumah sakit dan fasilitas kesehatan di tanah air. (mg01)