SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Tumpukan sampah di sejumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Kota Tangerang dalam beberapa hari terakhir menuai keluhan masyarakat. Selain menebarkan bau menyengat, sampah yang menggunung juga menyebabkan kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama di kawasan padat seperti Jalan Maulana Hasanudin, Kecamatan Batuceper, dan Jalan KH Ahmad Dahlan di depan Pasar Rubuh, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh.
Menanggapi kondisi ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Wawan Fauzi, meminta permakluman masyarakat. Ia menegaskan bahwa penumpukan terjadi bukan karena TPA ditutup, melainkan akibat proses penataan landfill yang sedang berlangsung di Rawa Kucing, Neglasari.
“Ya, memang saat ini kami memohon permakluman dari semua masyarakat di Kota Tangerang. Saat ini kondisi TPA Rawa Kucing sedang dilakukan penataan landfill. Hal ini berdampak pada perlambatan proses pembuangan sampah,” jelas Wawan saat ditemui di TPA Rawa Kucing, Selasa (2/9/2025).
Menurutnya, proses penataan ini ditargetkan rampung minggu ini, sehingga pengangkutan sampah dari TPS-TPS bisa kembali normal pada awal September. “Idealnya sampah terangkut setiap hari dari seluruh titik TPS. Namun karena proses ini, jumlah ritase armada berkurang sekitar 30–50 persen. Biasanya dua rit, sekarang hanya satu. Dampaknya memang TPS terlihat lebih penuh,” tambahnya.
Di lapangan, sejumlah warga dan petugas menyebut kendala TPA Rawa Kucing dipicu oleh longsor. Namun Wawan menegaskan, hal itu merupakan bagian dari penataan. “Silakan dengan persepsinya masing-masing. Tapi kami melakukan ini untuk penataan agar tidak terjadi kondisi yang tidak kita inginkan. Sampai hari ini alhamdulillah kondisi masih bisa kita lokalisir,” katanya.
DLH mengaku sudah melakukan sosialisasi terkait penataan landfill sejak seminggu terakhir. Wawan juga mengimbau warga untuk ikut mengurangi timbulan sampah melalui pemilahan organik dan anorganik. “Untuk sampah anorganik sedapat mungkin bisa disetor ke bank sampah. Kalau ini berjalan, maka beban TPA bisa lebih ringan,” ujarnya.
Meski pemerintah berjanji normalisasi segera dilakukan, warga tetap berharap solusi konkret segera terlihat. Penumpukan sampah di pusat keramaian dinilai bukan hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga berpotensi memunculkan masalah kesehatan dan konflik sosial. (mg01)