SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Kemacetan kembali terjadi di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing Jalan Iskandar Muda, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Selasa (2/9/2025). Salah seorang sopir angkutan kota (angkot) 04 jurusan Kedaung Selapajang–Pasar Anyar, Ariwibowo, menuturkan bahwa kemacetan terjadi akibat tingginya volume kendaraan pengangkut sampah yang keluar-masuk TPA.
Sopir angkot jurusan Kedaung Selapajang–Pasar Anyar Ari Wibowo mengaku sudah dua pekan terakhir menghadapi situasi macet parah di sekitar kawasan TPA Rawa Kucing. Menurutnya, salah satu penyebab kemacetan ialah meningkatnya lalu lintas truk sampah yang masuk ke TPA Rawa Kucing.

“Macetnya dari sini, dari Gang Perkutut sampai Gang Mayang itu bang, Wah kira-kira 1 kilometer lebih bang,” tegasnya. “Aduh, ini udah lama. Kejadiannya gara-gara sampah juga,” ujar Ari Wibowo ketika ditemui di sela-sela kemacetan, Selasa (2/9/2025).
Ia menambahkan, kemacetan biasanya terjadi pada jam sibuk, mulai pukul 06.00 hingga malam sekitar pukul 20.00. Jalanan dua arah tidak mampu menampung volume kendaraan, terutama truk sampah yang keluar-masuk TPA. “Biasanya dari pagi jam 07.00 WIB, jam 06.00 WIB udah mulai macet. Nanti sampai sore, bahkan kadang jam 08.00 WIB malam juga belum bubar,” jelasnya.
Kondisi tersebut sangat berdampak bagi para sopir angkot. Mereka mengaku kesulitan mengejar setoran lantaran waktu tempuh menjadi jauh lebih lama. “Buat angkot ya kendala di setoran lah. Kita kan kejar setoran, tapi nggak dapet. Jam juga kemakan. Biasanya gaji saya sehari Rp150 ribu plus setoran bensin. Sekarang mah paling dapet setoran doang,” keluh Ari Wibowo.
Selain merugikan sopir angkot, kemacetan juga dirasakan warga dan pengguna jalan lain yang kerap terjebak antrean panjang. Ari Wibowo berharap Pemerintah Kota Tangerang maupun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera turun tangan untuk mengatasi masalah ini. “Tolonglah diproses, Armada terlalu banyak masuk, jadi macet. Kalau buat DLH, tolong armadanya diperbaiki biar bisa lancar,” tutupnya. (mg01)
Baca Juga: Sistem Satu Arah di Pondok Cabe Berjalan Efektif, Macet Diklaim Berkurang


















