SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Pergerakan masyarakat selama libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru) diproyeksikan mencapai 120 juta orang. Jumlah tersebut meningkat sekitar 9,1 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya yang tercatat 110 juta orang.
Proyeksi tersebut berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub), sebagaimana disampaikan Wakil Menteri Perhubungan Suntana. Dalam tiga tahun terakhir, pergerakan masyarakat selama periode Nataru menunjukkan tren peningkatan, dari sekitar 104 juta pada 2024 menjadi 110 juta pada 2025.
“Tahun 2025 itu naik 110. Nah sekarang di 2026-2027 diperkirakan hasil survei kita ada sekitar 120 juta masyarakat yang akan melaksanakan pulang kampung dalam rangka Nataru dan pergerakan ke tempat-tempat wisata,” ujar Suntana dalam peluncuran stimulus ekonomi transportasi Nataru di Jakarta, Minggu (8/11/2026). Acara tersebut juga dihadiri Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo.
Dengan proyeksi tersebut, jumlah pergerakan masyarakat tahun ini meningkat sekitar 15,4 persen dibandingkan 2024. Kenaikan mobilitas mencakup perjalanan menuju kampung halaman maupun destinasi wisata.
Untuk mengantisipasinya, Kemenhub telah memulai persiapan sejak pekan sebelumnya, termasuk pemeriksaan kelayakan sarana transportasi atau ramp check. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan armada yang beroperasi memenuhi persyaratan keselamatan.
Kemenhub juga mengimbau para pelaksana operasional transportasi menggunakan armada laik jalan serta mengingatkan masyarakat memperhatikan kondisi kesehatan selama perjalanan.
Baca Juga: Puncak Mudik 23 Desember, Usulan WFA 3 Hari Dimatangkan
“Kita sudah melaksanakan rencana kesiapan transportasi angkutan Nataru 2026-2027, dengan sasaran aman, lancar, nyaman. Kita zero tolerance untuk keselamatan. Itu target kita, seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Suntana.
Selain kesiapan armada, pemerintah menyediakan program mudik gratis bagi masyarakat yang akan bepergian dari Jakarta menuju Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Program tersebut juga mencakup fasilitas mudik gratis bagi pengendara sepeda motor. Sejumlah perusahaan, termasuk badan usaha milik negara (BUMN), turut menyiapkan program serupa.
Suntana mengimbau masyarakat memanfaatkan fasilitas tersebut dengan segera melakukan pendaftaran secara daring. Ia juga mengingatkan masyarakat mempersiapkan kondisi fisik, kendaraan, dan perlengkapan sebelum melakukan perjalanan.
Sementara itu, Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengatakan pemerintah mengalokasikan anggaran Rp883 miliar untuk stimulus transportasi Nataru 2026/2027.
“Tahun lalu itu anggarannya Rp387 miliar. Nah, tahun ini itu anggarannya adalah Rp883 miliar. Jadi pemerintah mengalokasikan lebih dari dua kali lipat anggaran untuk stimulus menjelang Natal dan tahun baru,” kata dia.
Dradjad mengatakan stimulus tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi pada kuartal IV-2026.
Baca Juga: Tangsel Ajukan Hibah 13 Bus Sekolah Gratis ke Kementerian Perhubungan
“Bukan hanya (berdampak pada) pariwisata tapi juga perdagangan, kerajinan, industri kecil, rumah tangga dan sebagainya. Karena itu, pemerintah memandang penting untuk memastikan agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman dan terjangkau,” ujarnya.
Secara rinci, stimulus diberikan melalui empat moda transportasi dengan sejumlah skema potongan biaya. Masyarakat dapat mengakses program diskon melalui kanal resmi masing-masing penyedia layanan transportasi.
Untuk angkutan udara, pemerintah menanggung 100 persen pajak pertambahan nilai (PPN) tiket kelas ekonomi rute domestik. Kebijakan tersebut berlaku untuk penerbangan 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027, dengan pembelian tiket mulai 20 Oktober 2026.
Pada moda kereta api, pemerintah memberikan diskon tiket sebesar 30 persen untuk kelas ekonomi komersial di Jawa dan Sumatera Utara. Potongan harga berlaku untuk keberangkatan 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027.
Sementara itu, angkutan laut memperoleh diskon 30 persen dari tarif dasar kelas ekonomi untuk seluruh rute kapal penumpang. Periode keberangkatannya berlangsung pada 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
Adapun untuk penyeberangan yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry, pemerintah menggratiskan tarif jasa pelabuhan bagi penumpang pejalan kaki serta kendaraan golongan II dan IV A di 14 pelabuhan. Fasilitas tersebut berlaku pada 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
Dengan berbagai stimulus itu, Drajat mengatakan pemerintah menargetkan jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan selama periode Nataru 2026–2027 dapat mencapai lebih dari 130 juta orang.
“Dulu itu 90 juta masyarakat yang menerima manfaat dari diskon transportasi Nataru, sekarang sudah 110 juta ya, dan mungkin diperkirakan tahun ini 127 juta. Tapi mudah-mudahan bisa ada 130 juta lebih yang melakukan perjalanan selama musim Nataru,” ujar dia. (rmg/xan)
















