SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi memasang delapan rambu lalu lintas permanen sebagai bagian dari penerapan Sistem Satu Arah (SSA) di kawasan Pondok Cabe. Pemberlakuan permanen ini diambil setelah hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat kemacetan di kawasan tersebut.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Tangsel, Martha Lena menjelaskan bahwa selama minggu pertama uji coba SSA, kondisi lalu lintas menunjukkan perbaikan yang nyata. Status penumpukan kendaraan terurai dua tingkat dari sebelumnya.
“Selama tujuh hari alhamdulillah kondisi lalu lintas menunjukkan sangat baik sekali. Artinya memang kondisi lalu lintas yang ada itu jauh lebih baik, tingkatannya awalnya itu F sekarang mungkin bisa kita indikatorkan nilainya naik dua level menjadi D,” ujarnya, Minggu (21/9).
Martha mengungkapkan bahwa meskipun secara umum lalu lintas membaik, terdapat beberapa kendala di awal penerapan, seperti di Jalan Kayumanis dekat Bukit Golf. Kondisi macet sempat terjadi karena adanya aktivitas drop-off kendaraan oleh wali murid di area sekolah Mumtaza yang membuka akses jalan melalui lahan kosong.
“Langsung saya mitigasi dengan Dalops, langsung saya ketemuin kepala sekolahnya Mumtaja, ternyata dia juga tidak tahu, kalau itu dibuka oleh wali murid, akhirnya dia juga negur wali muridnya. Kemarin hari Selasa langsung dikunci lagi,” katanya.
Beberapa penyesuaian juga dilakukan berdasarkan hasil evaluasi lapangan. Antara lain, SSA di Jalan Kunir hanya berlaku di pagi hari, pukul 06.00 sampai 09.00 WIB. Sore hari ditiadakan karena arus kendaraan sudah mulai terbagi secara alami.
Baca Juga: Bus Pondok Cabe-Alam Sutera Bakal Diuji Coba
Untuk Jalan Kemiri, pengaturan lalu lintas sore hari dimundurkan dari pukul 15.00 menjadi 16.00. Sedangkan untuk Jalan Kayumanis tidak ada perubahan jadwal atau rute. Delapan rambu yang tersebar pada semua titik itu diantaranya rambu satu arah, rambu larangan belok kiri/kanan, rambu forbidden (larangan masuk).
Pemasangan rambu ini merupakan hasil kesepakatan bersama antara Dishub Tangsel, kepolisian, dan pemerintah wilayah setempat.
Diberitakan sebelumnya, SSA di Pondok Cabe pertama kali diuji coba pada Senin, 9 September 2025, sebagai upaya untuk mengurai kemacetan di jalur padat seperti Simpang Gaplek, Simpang UT, Jalan Kayumanis, dan kawasan Bukit Golf. Kawasan ini selama ini dikenal sebagai titik kemacetan utama karena status jalannya yang merupakan jalan provinsi tanpa peningkatan infrastruktur memadai.
Uji coba ini tidak hanya menerapkan jalur satu arah, tetapi juga melibatkan rekayasa lalu lintas lainnya seperti pengaturan siklus lampu lalu lintas dan penutupan beberapa titik putar balik. (eko)


















