SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Tingkatkan kualitas pondok pesantren. Pemerintah Kabupaten Tangerang targetkan sebanyak 971 sanitren dapat terbangun disetiap Ponpes pada tahun 2027 mendatang, Senin (8/9). Hingga kini, sebanyak 746 sanitren sudah dibangun sebelumnya.
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid di Tangerang mengatakan, bahwa dalam meningkatkan pemberdayaan dan kesejahteraan sektor pondok pesantren, dilakukan melalui program pembangunan sanitasi pesantren (Sanitren) dan asrama pondok pesantren (Aspontren) di tahun 2025.
“Langkah ini sekaligus bentuk konsisten dalam pembangunan agar target di tahun 2025 bisa tercapai dan supaya pertanggungjawaban sesuai dengan ada di Rancangan Anggaran Biaya (RAB),” kata Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid kepada Satelit News, Senin (8/9).
Lanjut pria yang biasa disapa akrab, Rudi Maesyal, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menggenjot pemberdayaan dan kesehjateraan pesantren ini dilakukan melalui peningkatan target pembangunan sanitasi. Dimana, lanjutnya, hingga saat ini sudah terdapat 746 unit pesantren telah terbangun dan memiliki sanitasi yang layak dan sehat untuk digunakan para santri.
“Sejauh ini, sudah 746 dibangun sanitasi pondok pesantren,” ujar Rudi.
Untuk tahun 2025 ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang memiliki target pembangunan sanitasi di 75 pondok pesantren. Dia juga mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang menargetkan, pada 2027 mendatang harus sudah terbangun sebanyak 971 sanitren.
Baca Juga: Ratusan Anak Ikuti Khitanan Massal di RSUD Tigaraksa
“Di tahun ini 2025, total ada sebanyak 75 pondok pesantren akan dibangun sanitasi ini melanjutkan program yang telah dibangun sebanyak 746 ponpes. Dan sekarang bertambah ada 75 unit lagi. Sehingga masih ada sisa tinggal 150 pondok pesantren yang akan kita bangun lagi sanitasinya pada periode berikutnya, untuk mencapai target 971 sanitren,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, selain target pembangunan sanitasi, pemerintah daerah Kabupaten Tangerang juga bakal segera memulai program prioritas lainnya seperti pembangunan Asrama Pondok Pesantren (Aspontren) sebagai upaya memberikan kebutuhan hunian yang layak, sehat, dan manusiawi bagi para santri di daerah itu.
“Dan untuk pembangunan program asrama pondok pesantren baru ada 45 unit yang akan kita bangun di tahun ini nanti seterusnya di 2026-2027,” ujarnya.
Menurutnya, Aspontren merupakan program kelanjutan dan pengembangan dari program Sanitren yang telah berhasil membangun 746 unit sanitasi di berbagai pondok pesantren se-Kabupaten Tangerang.
Program Aspontren dibuka, juga salah satu wujud komitmen Pemkab Tangerang dalam mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya di bidang pendidikan yang inklusif, kesehatan lingkungan, dan penyediaan infrastruktur dasar.
“Ini merupakan bagian dari atensi pemerintah daerah terhadap pondok pesantren yang sama, mereka akan mencetak kader-kader pemimpin memiliki norma-norna, integritas. Nanti para santri dengan ada pembangunan program ini bisa nyaman dan tenang dalam menjalankan pendidikannya,” kata dia.
Baca Juga: Cegah Judol, Propam Polresta Tangerang Razia Ponsel Anggota
Sementara itu, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Erwin Mawandy mengatakan, untuk 75 sanitren di Pondok Pesantren yang dibangun pada 2025, masing-masing setiap ponpes mendapatkan dana hibah sebesar Rp 130 juta.
“Setiap ponpes, dari 75 Ponpes masing-masing mendapatkan dana hibah sebesar Rp 130 juta, sehingga apabila ditotal keseluruhan mencapai Rp 9,7 miliar. Anggaran, tersebut diperuntukkan pembangunan sanitasi, air bersih, MCK, wudhu, dan ruang jemur,” ucapnya. (alfian)





















