SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Harga daging ayam boiler atau ayam potong kembali melonjak tajam hingga menembus angka Rp 40.000 per kilogram. Kenaikan harga ini membuat para ibu rumah tangga di Kelurahan Kukun, Kecamatan Rajeg, mengeluh karena semakin beratnya beban pengeluaran rumah tangga, Minggu (21/9).
Salah satu warga Perumahan Sukatani Permai, Rahyuni, mengaku kaget dengan lonjakan harga tersebut. Menurutnya, beberapa hari lalu harga ayam masih berkisar antara Rp 30.000 hingga Rp 35.000 per kilogram, namun kini sudah menyentuh angka Rp 40.000.
“Ya tentu kaget dengan harga ayam boiler sekarang yang sangat mahal. Biasanya, kalau naik itu pas Lebaran atau hari raya saja,” kata Rahyuni kepada Satelit News.
Ia mengungkapkan, kenaikan harga pangan seperti ayam potong ini membuat para ibu rumah tangga harus memutar otak untuk mengatur anggaran belanja bulanan. Setiap kenaikan harga, sekecil apa pun, menurutnya sangat berpengaruh pada keuangan rumah tangga.
“Kami sih pengennya harga kebutuhan pangan tetap murah. Jadi, ngatur uang bulanannya juga enak. Kalau naik terus, pusing kita,” keluhnya.
Keluhan serupa disampaikan Nanik, ibu rumah tangga lain yang ditemui sedang membeli ayam di pasar setempat. Ia mengatakan, lonjakan harga ayam sangat membebani masyarakat kelas menengah ke bawah yang memiliki pendapatan pas-pasan. Ia berharap pemerintah segera turun tangan mengatasi persoalan ini.
Baca Juga: Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, PJJ di Tangerang Diperpanjang hingga Jumat
“Kalau semuanya naik, masyarakat bisa kekurangan protein hewani. Pemerintah harus bergerak. Katanya ingin mewujudkan Indonesia Emas dan Tangerang Gemilang dengan SDM mumpuni. Tapi kalau masyarakat tak bisa beli protein hewani, bagaimana bisa wujudkan visi itu?,” ujarnya.
Sementara itu, pedagang ayam potong di Jalan Raya Kukun–Cadas, Arie, mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga ayam boiler. Menurutnya, saat ia mengambil stok dari peternak, harga ayam memang sudah lebih tinggi dari biasanya.
“Penyebab pastinya saya kurang tahu. Dari sananya memang sudah naik,” katanya. (alfian/aditya)
























