SATELITNEWS. COM, TANGSEL--Dunia sepak takraw Provinsi Banten terancam mengalami kemunduran. Itu seiring langkah KONI Kota Tangerang Selatan tidak memasukkan sepak takraw ke dalam daftar cabang olahraga yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten tahun 2026 mendatang.
Ketua PSTI Kabupaten Tangerang Agus Supriatna mengungkapkan sepak takraw adalah cabang olahraga yang selalu dipertandingkan sejak Porda I hingga Porprov VI Banten di Kota Tangerang. Olahraga tersebut bahkan dipertandingkan pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
Untuk itu, dia berharap agar sepak takraw dapat dipertandingkan pada event empat tahunan tersebut. Apalagi, kata dia, PSTI Kabupaten Tangerang telah mempersiapkan atlet sejak jauh hari. Sedikitnya 4 atlet sudah masuk ke dalam pemusatan latihan cabang (Puslatcab) Tangerang Semakin Gemilang.
Pria yang juga Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang tersebut meminta Pengprov PSTI Banten menjalin komunikasi dengan pihak terkait agar sepak takraw dapat dipertandingkan.
“Kami memberikan dukungan kepada PSTI Provinsi Banten untuk berkomunikasi dengan KONI Banten dan pihak penyelenggara agar sepak takraw dapat dipertandingkan,” ujar Agus, Jumat (26/9).
Dia berharap Pengprov PSTI Banten dapat memperjuangkan aspirasi tersebut.
“Jika tidak dipertandingkan maka ini akan menjadi kemunduran bagi sepak takraw Banten,” ungkap dia.
Sekretaris PSTI Kabupaten Tangerang Ade Supatman menambahkan para atlet sudah berlatih keras untuk menghadapi Porprov VII Banten. Atlet juga berharap mendapatkan bonus apabila berhasil meraih medali di ajang tersebut.
“Apabila sepak takraw tidak dipertandingkan di Porprov maka ini akan membunuh harapan dan menyia-nyiakan kerja keras atlet. Mereka juga bisa pindah ke provinsi lain,” ujar Ade.
Ketua Pengprov PSTI Banten Ahmad Yusuf menjelaskan pihaknya sedang memperjuangkan agar sepak takraw dapat dipertandingkan di Kota Tangerang Selatan. Yusuf mengaku sudah mendatangi KONI Tangsel untuk membahas permasalahan tersebut. Namun, mereka tidak bertemu dengan Ketua KONI Tangsel Hamka Hamdaru.
Yusuf juga sudah menjalin komunikasi dengan Plt Ketua KONI Banten Roni Alfanto. Menurut dia, Roni sudah menyetujui agar sepak takraw dapat dipertandingkan pada ajang porprov. Tapi, PSTI Banten diminta berkomunikasi dengan panitia penyelenggara.
“Sekarang kami sedang menunggu jadwal untuk bertemu dengan Ketua KONI Kota Tangerang Selatan,” ujar Yusuf, Jumat (26/9).
Dia menegaskan tak ada alasan sepak takraw tidak dipertandingkan di ajang porprov. Dari segi venue, PSTI Banten memastikan ketersediaan venue di wilayah Bintaro.
Dari sisi prestasi, kata dia, tuan rumah Kota Tangerang Selatan sudah memiliki kepengurusan PSTI. Mereka juga mempunyai atlet yang dapat diandalkan untuk meraih prestasi.
“Tangsel sudah punya atlet yang beberapa waktu lalu melakukan tur ke Sumatera dan mendapatkan medali. Atlet Tangsel itu punya kemampuan lebih baik dibandingkan sejumlah atlet sepak takraw dari daerah lain,” ujar dia.
Selanjutnya, kata Yusuf, sepak takraw adalah salah satu olahraga yang dapat menyumbang prestasi. Dalam perhelatan PON Aceh-Sumut, atlet Banten ada di posisi empat besar.
“Sepak takraw ini cabang olahraga yang mampu menyumbang prestasi. Bukan cabang olahraga pelengkap. Kota Tangerang Selatan sendiri akan mengalami kerugian apabila tidak menyelenggarakan sepak takraw. Mereka punya peluang untuk merebut medali emas,” pungkasnya.
Diketahui, ada lima cabang olahraga yang dipertandingkan pada Porprov VI Banten 2022 namun tidak masuk ke daftar pertandingan Porprov VII Banten 2026. Kelima cabor tersebut adalah kick boxing, wushu, sepak takraw, gulat dan angkat berat. (gatot)