SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola koperasi melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Perkoperasian bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kegiatan ini digelar di Mahogani Ballroom Hotel Aryaduta, Kelapa Dua, Senin (29/9), dengan fokus pada tata kelola, akuntabilitas, dan pemanfaatan dana bergulir.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan pentingnya peran koperasi sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. Menurutnya, koperasi bukan sekadar lembaga simpan pinjam, melainkan juga wadah pemberdayaan masyarakat yang mampu menciptakan lapangan kerja dan memperkuat daya tahan ekonomi lokal.
“Koperasi bukan sekadar lembaga simpan pinjam, tetapi menjadi wadah yang mampu memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan. Maka dari itu, harus benar-benar dikelola dengan baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” kata Bupati kepada Satelit News.
Ia menjelaskan, tata kelola koperasi yang baik harus berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. Karena itu, Pemkab Tangerang memberikan bimtek kepada 137 Ketua Pengawas KDKMP dan KKMP se-Kabupaten Tangerang agar koperasi yang ada bisa dikelola secara sehat dan transparan.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Rudi Maesyal ini menyampaikan bahwa koperasi juga harus menjadi pilar pembangunan dari tingkat desa. Menurutnya, pembangunan ekonomi nasional yang kuat harus dimulai dari desa.
“Jika desa kuat, maka masyarakatnya akan lebih sejahtera,” ungkap Rudi.
Baca Juga: Pura-Pura Tes Motor dan Dibawa Kabur, Seorang Pria di Solear Ditangkap Warga
Rudi juga menekankan bahwa pengelolaan koperasi yang sehat memerlukan keikhlasan dan ketulusan. Pemkab Tangerang bersama para pemangku kepentingan terus memperkuat komitmen dukungan terhadap koperasi, baik melalui akses pembiayaan, pendampingan, hingga penyediaan ruang desa sebagai kantor koperasi sementara.
“Walaupun anggaran terbatas, jika dikelola dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab, insya Allah akan selalu ada jalan. Pemerintah menyiapkan berbagai sumber, baik dari UPTD dana bergulir maupun CSR, untuk mendorong koperasi Merah Putih agar benar-benar berjalan dan tidak stagnan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah, mengatakan bahwa bimtek ini memang ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi para pengawas koperasi. Ia menyebut total peserta mencapai 137 orang, terdiri dari Ketua Pengawas KDKMP dan KKMP se-Kabupaten Tangerang.
“Tujuannya jelas, agar tercipta koperasi yang sehat, akuntabel, dan benar-benar memberikan manfaat untuk masyarakat,” ujar Ana.
Dana Bergulir Dicairkan 10 Oktober
Terkait pencairan anggaran koperasi, Ana mengungkapkan bahwa dana sebesar Rp100 juta untuk masing-masing dari 58 koperasi akan dicairkan pada Jumat, 10 Oktober 2025, bertepatan dengan rangkaian perayaan HUT ke-393 Kabupaten Tangerang. Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp5,8 miliar.
Baca Juga: 48 Jam Pabrik Plastik di Balaraja Tangerang Terbakar, 33 KK Diungsikan
“Rencana awalnya pencairan dilakukan pada 25 September, namun diundur dan dijadikan bagian dari perayaan HUT Kabupaten. Insya Allah, Jumat (10/10/2025) akan dicairkan di Kitri Bakti, Diklat Pemda, Kecamatan Curug,” jelasnya.
Ana juga menambahkan, dana pinjaman bergulir tersebut diberikan dengan bunga ringan sebesar 5 persen flat selama tiga tahun, dengan masa tenggang pembayaran selama tiga bulan.
“Jadi mereka bisa beroperasi terlebih dahulu, terutama untuk penyediaan sembako, lalu mulai membayar cicilan pada bulan keempat ke UPT UPDB,” pungkasnya. (alfian/aditya)
























