SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Stadion Stamford Bridge, London akan menjadi malam spesial pada Rabu (1/10/2025) pukul 02.00 WIB. Ya, Jose Mourinho yang dijuluki The Spesial One akan bertandang sebagai musuh saat memimpin Benfica dijamu Chelsea dalam lanjutan Liga Champions Eropa (UCL) 2025/2026 matchday 2.
Saat ini baik Chelsea maupun Benfica sama-sama tengah mengejar momentum kebangkitan. Mengingat kedua tim sama-sama menelan hasil minor di pekan pembuka.
Jose Mourinho bakal kembali ke Stadion Stamford Bridge, namun kali ini untuk menghadapi salah satu tim yang pernah ia latih.
The Blues menyambut laga kontra Benfica dengan kepercayaan diri. Sebaliknya, Benfica punya rekor buruk tiap kali berjumpa tim asal Inggris di kompetisi Eropa.
Kubu Chelsea memulai musim 2025/26 dengan ambisi tinggi, terutama selepas menyabet trofi FIFA Club World Cup 2025 pada Juni.
Akan tetapi realita pahit menampar The Blues. Di Liga Inggris (EPL), Chelsea menempati peringkat 8, hanya mengantongi 8 poin dari 6 laga. Akhir pekan lalu The Blues kalah telak 1-3 di tangan Brighton.
Sementara di laga pembuka UCL 2025/2026, Chelsea juga kalah 3-1 di markas Bayern Munchen pada 18 September 2025 lalu. Sang pelatih, Enzo Maresca, kini berada dalam tekanan.
Skuad muda Chelsea dianggap masih kerap kesulitan untuk menjaga konsistensi. Mereka selalu kebobolan dalam 5 pertandingan terakhir. “Kita punya waktu 72 jam dan kita akan mulai lagi. Untungnya, kita akan bertanding 3 hari lagi, jadi ini soal memulihkan energi, dan kita akan berusaha menang [melawan Benfica] pada hari Selasa [Rabu dini hari WIB],” kata Enzo Maresca, dikutip dari laman resmi klub.
Di sisi lain, Benfica juga datang dengan kondisi kurang baik. Selepas menelan kekalahan menyakitkan pada matchday 1 UCL 2025/2026 ketika menjamu Qarabag, kini The Eagles mencoba bangkit.
Benfica mendepak pelatih Bruno Lage, lalu menggantinya dengan pelatih berjuluk The Special One, Jose Mourinho.
Sentuhan Mou cukup menjanjikan sejauh ini. Dalam 3 laga terakhir di kompetisi domestik, The Eagles sukses meraih 2 kemenangan dan 1 imbang.
Bagi Mou, lawatannya ke markas klub yang pernah dilatihnya sudah menjadi hal yang biasa dan sudah berkali-kali. Menurutnya dimanapun dia melatih, ia akan fokus pada 90 menit pertandingan siapapun lawannya.
“(Melawan mantan klub) hal itu telah terjadi berkali-kali pada saya, termasuk ketika saya meninggalkan FC Porto. Pertandingan Eropa pertama saya bersama Chelsea adalah melawan FC Porto. Bersama Inter, saya bermain berkali-kali melawan Barcelona—saya juga pernah di Barcelona, itu sesuatu yang terjadi pada saya,” kata kata Mourinho, dikutip dari laman resmi klub.
Chelsea jadi kekuatan baru di Inggris semasa dilatih Mourinho. Dia berhasil mempersembahkan 7 gelar domestik, termasuk 3 trofi Premier League.
Mourinho mengomentari transformasi Chelsea semenjak ditinggal mantan atasannya, Roman Abramovich, pada 2022. London Biru dikritiknya tidak lagi punya permainan yang jelas, serta mengandalkan investasi yang tak tepat sasaran.
“Chelsea. Chelsea-nya Abramovich, Chelsea saya, Chelsea yang kami bangun dan bertahan selama bertahun-tahun adalah klub pemenang,” kata Mourinho jelang laga Chelsea vs Benfica, dilansir dari Sport Illustrated.
“Mereka memenangkan segalanya bersama saya, lalu bersama (Carlo) Ancelotti, bersama (Antonio) Conte, dan bersama (Thomas) Tuchel. Chelsea adalah mesin pemenang. Setiap musim, Chelsea selalu juara,” dia menambahkan.
“Lalu ada perubahan besar dengan investasi gila-gilaan dan periode beberapa tahun di mana mereka tampak kehilangan arah-dengan terlalu banyak pemain, terlalu banyak uang, akumulasi pemain, dan tim tanpa filosofi yang jelas.”
“Selama beberapa tahun, itu sulit. Bagi seseorang yang mencintai klub, itu sulit,” Jose Mourinho menuturkan soal Chelsea. (dm)
PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN
CHELSEA (4-2-3-1): Filip Jorgensen (GK); Reece James, Trevoh Chalobah, Tosin Adarabioyo, Marc Cucurella; Enzo Fernandez, Moises Caicedo; Alejandro Garnacho, Estevao, Pedro Neto; Joao Pedro
Pelatih: Enzo Maresca
BENFICA (4-2-3-1): Anatolii Trubin; Amar Dedic, Antonio Silva, Nicolas Otamendi, Samuel Dahl; Fredrik Aursnes, Richard Rios; Dodi Lukébakio, Andreas Schjelderup, Heorhiy Sudakov; Vangelis Pavlidis
Pelatih: Jose Mourinho