SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang mengklaim perbaikan kebocoran pipa jaringan distribusi utama (JDU) di Jalan KS Tubun, pertigaan depan SD Pasar Baru, telah rampung. Aliran air kini berangsur normal di sejumlah wilayah terdampak.
“Alhamdulillah, kebocoran pipa JDU sudah selesai diperbaiki dan aliran air mulai normal kembali,” ujar Direktur Umum Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang, Tomi Herdiansyah, kepada Satelit News.Com, Jumat (10/10/2025).
Tomi menjelaskan, meski perbaikan telah tuntas, distribusi air ke pelanggan masih dilakukan secara bertahap untuk menyesuaikan tekanan dan kestabilan jaringan. “Masih ada beberapa wilayah yang belum normal. Insya Allah dua sampai tiga hari ke depan seluruhnya akan pulih,” katanya.
Kebocoran tersebut berdampak pada layanan air di empat kecamatan, yakni Periuk, Karawaci, sebagian Cibodas, dan sebagian Jatiuwung, dengan sekitar 23.000 pelanggan terdampak.
Menurut Tomi, kebocoran pipa utama dapat disebabkan faktor teknis maupun nonteknis, seperti tekanan air tinggi, usia pipa, atau aktivitas di sekitar jalur pipa. Ia menegaskan pihaknya selalu berupaya cepat menangani kerusakan agar gangguan tidak berkepanjangan.
“Sehari sebelum penghentian aliran, kami sudah umumkan melalui media sosial, situs resmi, dan grup WhatsApp warga,” ujarnya. Warga juga diimbau menampung air sebelum perbaikan dilakukan.
Baca Juga: Ketua DPRD Usul Retribusi Sampah Terintegrasi dengan Tagihan PDAM
Selama proses perbaikan, PDAM TB menyalurkan air bersih gratis menggunakan 20 armada truk tangki yang beroperasi 24 jam, bekerja sama dengan BPBD Kota Tangerang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta mitra lainnya. “Setiap hari truk tangki kami melakukan 30 hingga 40 rit pengiriman air,” ungkapnya.
Wilayah Kampung Doyong dan Kampung Gembor di Kecamatan Jatiuwung disebut menjadi area yang paling sering mendapat pasokan truk tangki karena letaknya paling jauh dari titik pelayanan.
Mengenai potensi kerugian akibat kebocoran, Tomi menyebut pihaknya masih melakukan perhitungan. “Tim teknis dan administrasi sedang menghitung debit air yang terbuang dan durasi gangguan,” ujarnya. Namun fokus utama PDAM TB tetap pada keberlanjutan layanan: “Kami langsung menyalurkan air gratis lewat truk tangki sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan.”
Tomi juga membenarkan pihaknya telah dipanggil DPRD Kota Tangerang untuk memberikan penjelasan. “Kami terbuka menjelaskan faktor penyebab dan data lapangan. Ini bagian dari transparansi dan akuntabilitas kami,” katanya.
Di akhir wawancara, Tomi menegaskan komitmen PDAM Tirta Benteng untuk meningkatkan pelayanan air minum, termasuk melalui peremajaan jaringan pipa dan peningkatan sistem distribusi. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan akan terus memperbaiki sistem agar pelayanan semakin baik,” pungkasnya. (mg01/made)























