SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Suasana haru menyelimuti kawasan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Senin siang menjelang sore (20/10/2025). Di tepi Kali Angke yang airnya mengalir deras, keluarga korban bernama Adi tampak menunggu dengan penuh harap. Mereka menatap permukaan air, berharap keajaiban datang agar jasad korban, pria yang diduga tenggelam dini hari tadi, segera ditemukan.
Adi, seorang sopir dan buruh serabutan asal Gang H. Lancong, Kelurahan Gondrong, diketahui terjatuh ke sungai usai cekcok dengan teman perempuannya di pinggiran Kali Angke, sekitar pukul 03.30 WIB dini hari. Ia dilaporkan tenggelam setelah sempat minum minuman keras bersama rekan-rekannya.
Hingga pukul 13.00 WIB, tim gabungan dari Basarnas dan BPBD Kota Tangerang masih melakukan pencarian tanpa hasil. Namun, di tengah simpang siur dugaan penyebab kejadian itu, Hasan, mertua korban, menegaskan bahwa Adi bukanlah tipe orang yang mudah menyerah pada keadaan, apalagi berniat mengakhiri hidupnya.
“Kalau bunuh diri sih kayaknya kecil kemungkinannya, Bang. Karena rumah tangganya enggak ada masalah apa-apa,” ujar Hasan saat ditemui di lokasi pencarian, dengan nada tenang namun wajah murung. Hasan menjelaskan, Adi sebelumnya berpamitan kepada istrinya untuk pergi kondangan. Ia bahkan terlihat rapi dan ceria sebelum berangkat.
“Dia keluar rumah emang mau kondangan. Udah ngomong sama istrinya juga, jam 10 dia siap-siap, pakai kemeja rapi. Kayak orang mau acara aja,” tuturnya. Sejak saat itu, Adi belum sempat pulang ke rumah. Hasan menduga, korban kemudian mampir ke tempat biasa ia mangkal dan ngopi bersama teman-temannya, kawasan yang berdekatan dengan lokasi kejadian.
“Dia kan sopir, jadi memang sering mangkal di sini. Dapat orderan juga dari sini. Kadang ngopi, istirahat di warung kopi tepi kali. Kita juga belum tahu pasti, apa dia kecapean atau gimana,” ujarnya.
Baca Juga: 84.750 Liter Air Bersih Sudah Disalurkan BPBD Kota Tangerang
Hasan mengaku menerima kabar musibah itu dari Ketua RT setempat, yang mendapat informasi langsung dari teman korban di lokasi. Ia menyebut, hingga kini keluarga masih menunggu kepastian. “Saya dikabarin sama RT. RT-nya ditelepon sama temennya si Adi. Kebetulan RT itu masih saudara juga. Begitu dengar, saya langsung ke sini,” kata Hasan.
Di tengah kebingungan dan rasa kehilangan, keluarga berusaha tabah menghadapi kenyataan. Hasan menyebut, istri korban sedang hamil dan masih menunggu kabar sambil menjaga anak kecil di rumah. “Anaknya masih kecil, istrinya lagi hamil. Makanya kalau dibilang bunuh diri, saya rasa enggak mungkin. Orangnya sayang keluarga. Rumah tangganya juga adem ayem,” ucap Hasan pelan.
Meski berat, Hasan mencoba menerima musibah itu dengan lapang dada. Ia tampak duduk bersandar di pagar pembatas kali, memandangi petugas yang terus menyusuri air dengan perahu karet. “Udah musibah, ya sudah. Sekarang tinggal nunggu aja, ketemu dulu mayatnya. Saya ikhlas, mungkin udah takdir Allah,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Sementara tim gabungan Basarnas, BPBD, dan relawan SAR masih melakukan pencarian di sepanjang aliran Kali Angke. dengan metode penyisiran dan penyelaman terbatas karena kondisi arus yang cukup deras. Petugas mengimbau warga untuk tidak mendekat ke area operasi dan segera melapor jika melihat tanda-tanda keberadaan korban. Hingga berita ini ditulis, pencarian masih terus dilakukan dan keluarga korban tetap setia menunggu di pinggir kali.(mg01)




















