SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Masyarakat pesisir pantai di Desa Surya Bahari, Kecamatan Pakuhaji, menggelar ritual Nadran atau Pesta Laut pada Minggu (19/10). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur, dan upaya melestarikan budaya leluhur, dengan cara berdoa bersama dan membawa sesaji hasil bumi ke tengah laut.
Salah satu tokoh Masyarakat Desa Surya Bahari, Tasrofi, mengatakan bahwa kegiatan Nadran merupakan agenda rutin tahunan. Setiap tahunnya, masyarakat pesisir pantai selalu melaksanakan tradisi ini sebagai bentuk penghargaan, rasa syukur atas hasil tangkapan ikan, dan pelestarian budaya nenek moyang yang turun temurun.
“Ini merupakan agenda tahunan, yang selalu dilaksanakan oleh masyarakat. Khususnya, di Desa Surya Bahari, Kecamatan Pakuhaji sebagai bentuk syukur atas apa yang telah diberikan selama musim menangkap ikan dan juga pelestarian budaya,” kata Tasrofi kepada Satelit News, Minggu (19/10).
Menurut Tasrofi, Nadran atau Pesta Laut memiliki makna syukur, pembersihan, dan juga keselamatan bagi masyarakat setempat. Upacara ini diawali dengan ritual doa bersama untuk memohon keselamatan dan keberkahan, dilanjutkan dengan membawa sesaji atau ‘lerung sesaju’ berupa hasil bumi dan tangkapan laut.
“Setelah itu, dilakukan pawai atau mengarak sesaji dan hasil bumi serta hasil laut, dibawa atau diarak menggunakan perahu ke tengah laut,” katanya.
Tasrofi berharap, selain dapat mempertahankan budaya leluhur, Pesta Laut ini juga membawa keberkahan dan rezeki yang melimpah bagi masyarakat, khususnya di Desa Surya Bahari.
“Semoga budaya ini bisa terus dilestarikan, dan masyarakat mendapatkan berkahnya,” harapnya.
Baca Juga: Ratusan Anak Ikuti Khitanan Massal di RSUD Tigaraksa
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, juga turut hadir dalam acara ritual Nadran di Desa Surya Bahari pada Minggu (19/10) pagi. Bupati yang akrab disapa Rudi Maesyal tersebut, memberikan dukungan dan doa agar masyarakat selalu diberikan keberkahan rezeki dan kesehatan.
“Alhamdulillah semuanya pada sehat dan mereka hari ini bersyukur kepada sang pencipta melalui pesta laut ini atas hasil tangkapan, hasil usahanya dan hasil kegiatan-kegiatan selama 1 tahun ke belakang. Meminta kepada Yang Maha Kuasa supaya ke depannya hasil tangkap ikannya bertambah lagi, lebih sejahtera lagi, selamat dan aman,” ungkapnya.
Menurut Rudi, Pesta Laut atau Nadran juga menggambarkan tingginya semangat gotong-royong dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat di wilayah Kecamatan Pakuhaji. Semua pihak terlibat langsung dan berperan aktif untuk menyukseskan acara yang digelar setahun sekali ini.
“Pesta laut ini menunjukan tingginya semangat kebersamaan dan gotong royong. Semua pihak terlibat dan berperan aktif menggelar pesta laut yang hanya dilakukan 1 tahun sekali,” ujarnya.
Ia berharap semangat kebersamaan dan gotong royong tersebut terus dijaga dan ditingkatkan, terutama dalam mendukung dan bersinergi bersama pemerintah dalam pembangunan daerah.
“Kami berharap semangat gotong royong dan kebersamaan ini terus dijaga dan ditingkatkan, untuk juga mendukung dan berkolaborasi dengan pemerintah dalam pembangunan, pelayanan dan pemberdayaan masyarakat,” harapnya. (alfian/aditya)
Baca Juga: Cegah Judol, Propam Polresta Tangerang Razia Ponsel Anggota





















