SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Sebanyak 340 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Kabupaten Tangerang mengikuti Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro (KPUM) yang diselenggarakan oleh Kementerian UMKM RI di Gor Sport Center, Kelapa Dua, Rabu (22/10). Festival ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk mendorong ekonomi kerakyatan dengan memberikan dukungan legalitas, perlindungan, dan pendampingan.
Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza, menyatakan bahwa festival KPUM ini adalah gagasan yang bertujuan meningkatkan ekonomi kerakyatan melalui UMKM se-Indonesia.
“Ini merupakan sebuah langkah, untuk mendukung program Presiden Indonesia dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, melalui UMKM,” kata Helvi kepada Satelit News, Rabu (22/10).
Dalam program ini, pelaku UMKM diberikan berbagai kemudahan. Mulai dari pembelajaran mengenai administrasi, manajemen keuangan, hingga legalitas atau hukum. Mereka juga difasilitasi dari segi permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disediakan oleh bank mitra Kementerian UMKM, seperti BRI, BSI, dan lainnya.
“Jadi, untuk permasalahan hukum kita bekerja sama dengan Kongres Advokat Indonesia (KAI), dari pembelajaran keuangan atau finansial kita dibantu dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI),” jelasnya.
Helvi menekankan bahwa festival ini menjadi salah satu upaya nyata untuk menaikkan kelas UMKM dan menjamin keberlangsungan usaha. Pelaku UMKM tidak hanya diberi pelatihan produksi dan pemasaran, tetapi juga diajari manajemen keuangan dan aspek hukum. Ia meyakini, UMKM adalah ujung tombak perekonomian Indonesia, sebagaimana selalu disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Festival ini merupakan festival yang digelar untuk UMKM se-Provinsi Banten, namun dilaksanakan di Kabupaten Tangerang sebagai tuan rumah. Untuk meningkatkan UMKM di Indonesia, Pemerintah Pusat telah menganggarkan sebesar Rp214 Triliun, dan sebanyak 70 persen telah tersalurkan melalui KUR tersebut,” katanya.
Di lokasi yang sama, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menyambut baik keikutsertaan 340 UMKM asal Kabupaten Tangerang dalam festival tersebut. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemkab untuk terus mendorong ekonomi kerakyatan melalui UMKM.
“Saat ini ada 340 UMKM yang mengikuti festival ini. Supaya mereka bisa belajar, memanajemen keuangan, legalitas, dan permodalan. Tujuan satu, supaya UMKM di Kabupaten Tangerang naik kelas, dan nantinya secara otomatis ekonomi kerakyatan juga akan meningkat,” ujar Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid.
Selain festival KPUM, Pemkab Tangerang juga terus membuat event khusus dalam upaya meningkatkan ekonomi kerakyatan. Salah satunya adalah Festival UMKM Gema Rakyat yang saat ini dilaksanakan di Halaman Kantor Kecamatan Pagedangan.
Bupati yang akrab disapa Rudi Maesyal ini menjelaskan, Festival UMKM Gema Rakyat bertujuan sebagai sarana promosi, pameran, sekaligus wadah interaksi antara pelaku usaha mikro dengan konsumen.
Kegiatan ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Baca Juga: Pemkab Tangerang Bentuk Satgas Anti Rentenir, Perluas Akses Permodalan Masyarakat
“Aktivitas usaha seperti ini sangat penting untuk membuka lapangan pekerjaan dan memberikan kepastian pendapatan bagi keluarga. Dengan bergeraknya ekonomi rakyat, maka roda perekonomian daerah pun akan semakin kuat,” tutur Rudi Maesyal.
Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar rutin dengan melibatkan lebih banyak pelaku UMKM dan menggandeng pihak swasta untuk mempromosikan produk-produk unggulan lokal.
“Saya mendukung kegiatan seperti ini dan nantinya bisa juga digelar rutin dengan melibatkan lebih banyak pihak. Mudah-mudahan seluruh pelaku UMKM yang ada di sini terus maju dan berkah,” pungkasnya.
Kegiatan Gema Rakyat Festival UMKM ini diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang mulai tanggal 22 hingga 26 Oktober 2025, menampilkan beragam produk unggulan seperti kuliner, kerajinan tangan, fesyen, serta hasil olahan pangan lokal. (alfian/aditya)
























