SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Al-Anshor, Desa Cirarab, Kecamatan Legok, terhenti sejak akhir Agustus 2025 lalu. Penghentian belajar ini terjadi di tengah kondisi sarana dan prasarana sekolah yang rusak parah, mulai dari atap plafon yang bolong hingga meja dan kursi yang tak layak pakai.
Kondisi ini membuat puluhan siswa-siswi terpaksa menghentikan kegiatan sekolah, dan sebagian besar memilih pindah.
Salah satu pelajar SMK Al-Anshor, Cindy Aura, menceritakan bahwa sudah beberapa bulan terakhir para siswa tidak lagi melaksanakan KBM secara normal. Ia menyebut, mulanya kegiatan belajar sempat berjalan normal, kemudian berubah menjadi daring, hingga akhirnya saat ini kosong sama sekali.
“Sudah lama, tidak ada kegiatan belajar. Sebelumnya sih ada, lalu berubah jadi daring, dan saat ini malah kosong sama sekali,” kata Cindy kepada Satelit News, Selasa (21/10).
Menurut Cindy, absennya KBM disebabkan oleh kurangnya tenaga pendidik dan kerusakan fasilitas sekolah yang tak kunjung diperbaiki. Ia mencontohkan, atap plafon di kelas 12 mengalami kebocoran parah saat hujan, sementara beberapa ruang kelas lainnya dipenuhi bangku dan meja yang rusak.
“Kalau hujan bocor, apalagi kalau hujannya deras. Ditambah, guru juga tidak masuk ke sekolah,” ujarnya.
Baca Juga: Paramount Petals Dukung Turnamen Catur Se-Kabupaten Tangerang, Diikuti 150 Peserta
Kerusakan lainnya terlihat pada lantai ruang kelas yang menghitam akibat debu, tembok yang kotor, serta ketersediaan papan tulis yang hanya ada di sebagian kelas.
Akibat kondisi sekolah yang tidak menentu, jumlah siswa di SMK Al-Anshor Legok merosot tajam. Dari yang semula lebih dari 40 orang, kini hanya tersisa 26 pelajar saja. Banyak siswa memilih pindah ke sekolah lain.
Cindy berharap, pihak sekolah bertanggung jawab dan kembali mengaktifkan KBM secara normal, agar para pelajar bisa mendapatkan hak pendidikannya.
“Kami berharap, agar KBM di SMK Al-Anshor bisa kembali normal. Sehingga, para pelajar bisa mendapatkan haknya,” harapnya.
Guru Komputer SMKS Al-Anshor, Kiki, membenarkan berhentinya KBM sejak akhir Agustus 2025. Ia mengungkap, penghentian kegiatan belajar mengajar ini bermula dari adanya perdebatan antara siswa dengan kepala sekolah, terkait dana Kartu Indonesia Pintar (KIP).
“Agustus akhir itu, hingga sekarang sudah tidak ada kegiatan belajar mengajar. Awalnya, karena adanya perdebatan antara siswa dengan kepala sekolah perihal KIP,” kata Kiki.
Setelah perdebatan tersebut, kata Kiki, terjadi pengurangan signifikan pada kehadiran siswa-siswi, terutama kelas 12, hingga sangat sedikit yang masuk. Sejak saat itu, KBM terhenti dan berimbas pada pengunduran diri para guru. Dari semula ada tujuh guru, kini hanya tersisa empat guru saja, termasuk dirinya.
“Dari yang awalnya 80 persen siswa yang masuk, akhirnya makin ke sini cuma 30 persen kelas 12 yang masuk. Bahkan tenaga pendidik yang awalnya ada 7, kini berkurang menjadi 4 guru saja,” ungkapnya. (alfian/aditya)
























