SATELITNEWS.COM, LEBAK — Komandan Korem (Danrem) 064/Maulana Yusuf Banten, Brigjen TNI Edi Saputra menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan secara sendiri. Hal itu disampaikannya saat menutup latihan gabungan mitigasi bencana di Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Kamis (30/10/2025).
Latihan gabungan ini melibatkan TNI bersama tentara Australia, Timor Leste, Amerika Serikat, Basarnas, dan BNPB. Brigjen Edi yang juga bertindak sebagai direktur latihan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan sendiri. Kita perlu dukungan dan koordinasi lintas negara agar mampu merespons bencana secara cepat dan tepat,” ujarnya.
Edi juga mengingatkan besarnya ancaman bencana di Indonesia, mencontohkan dahsyatnya tsunami Aceh 2004 yang berkekuatan 8,9 magnitudo, serta potensi serupa di wilayah selatan Banten yang bisa mencapai 9,1 magnitudo.
“Kami berlatih bagaimana menyelamatkan nyawa, mengawasi situasi, dan merespons bencana secara terkoordinasi. Semoga kerja sama ini memperkuat kesiapan bersama dalam menghadapi bencana,” tambahnya.
Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama, menyambut baik latihan tersebut. Ia menilai kegiatan ini meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang kebencanaan. “Banyak pelajaran yang bisa diambil dari latihan ini. Semoga kesiapan personel dalam melaksanakan tugas kemanusiaan semakin meningkat,” ujarnya. (mulyana)
Baca Juga: Satukan Komitmen, Seluruh Jajaran Ikuti Apel Siaga Bencana di Mapolres Pandeglang
























