SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang menggelar Seminar Interaktif Ekoteologi dan Ketahanan Pangan dengan tema “Selamatkan Pangan Sebagai Pilar Kemandirian Umat dan Keharmonisan Bangsa”. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor MUI Kabupaten Tangerang, Kawasan Pusat Pemkab Tangerang, Tigaraksa, Senin (17/11/2025).
Ketua MUI Kabupaten Tangerang, KH. Mochamad Ues Nawawi, dalam sambutannya sekaligus membuka acara menekankan pentingnya ketahanan pangan.
“Ketahanan pangan ini adalah merupakan sesuatu yang sangat penting, yang sangat urgen. Allah SWT ketika memperkenalkan dirinya itu sangat tertuju kepada hal pangan. Jadi yang Allah selalu perhatikan kepada hal pangan,” ujarnya.

Beliau mengutip ayat-ayat yang menegaskan, bahwa Allah SWT memberi manusia makan ketika lapar, memelihara saat sakit, dan menguji manusia dalam urusan kebutuhan hidup.
“Ternyata terkait dengan perut, terkait dengan makanan ini adalah sangat-sangat urgen bagi hidup dan kehidupan. Pembicaraan ini tidak pernah selesai dan tidak pernah berhenti selama dunia ini masih ada,” jelasnya.
KH Ues mengapresiasi hadirnya peserta, karena seminar ini diharapkan menjadi sarana memperkaya pengetahuan dan argumentasi mengenai ketahanan pangan, khususnya di Kabupaten Tangerang.

Baca Juga: Jalan Pisangan Pakuhaji Dibongkar Lagi, Tak Sesuai Spesifikasi
“Bagaimana masyarakat Kabupaten Tangerang agar sejahtera, tujuannya agar Tangerang semakin gemilang,” terangnya.
Ia menambahkan, bahwa meski peserta bukan pekerja teknis lapangan, mereka memiliki peran strategis menyebarkan pengetahuan di berbagai forum masyarakat.
“Pergerakan ekonomi Kabupaten Tangerang akan terus menggeliat membawa kesejahteraan. Ini adalah upaya kecil, setitik air di tengah samudera perjuangan masyarakat. Mudah-mudahan kita bisa memberikan warna yang baik untuk perkembangan pangan di Kabupaten Tangerang,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia H. Moh. Iqro dalam sambutannya menyampaikan dasar pelaksanaan seminar, yaitu Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, dan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2006 tentang Dewan Ketahanan Pangan. Serta program krrja Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Tangerang masa khidmat 2022 sampai dengan 2027. Sekain itu juga hasil rapat pengurus MUI Kabupaten Tangerang tentang pelaksanaan kegiatan seminar ekotilologi dan ketahanan pangan.
“Tujuan yang pertama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman dan membekali para pengurus MUI, baik pada tingkat Kabupaten Tangerang dan kecamatan, serta masyarakat luas tentang konsep ekotilologi dan ketahanan pangan dalam perspektif Islam,” jelasnya.
Iqro menambahkan, acara ini juga mendorong sinergi antara ulama, umaro, dan pelaku usaha dalam mewujudkan pangan yang halal, aman, dan berkelanjutan. “Harapannya menumbuhkan kesadaran pentingnya kemandirian pangan di tingkat rumah tangga dan komunitas,” imbuhnya.
Baca Juga: Ambil Motor yang Tertinggal di Cikupa, Anggota Gangster Ditangkap Warga

Iqro juga menjelaskan, bahwa seminar digelar ini dihadiri pengurus MUI Kabupaten, para ketua MUI kecamatan serta Kabupaten Tangerang, juga dihadiri oleh organisasi sosial dan keagamaan diantaranya NU, Muhammadiyah, Baznas, BKMT, Muslimat, FSPP, Dewan Pendidikan, dan gerakan organisasi wanita maupun unsur-unsur lainnya.
“Kami menghadirkan narasumber seminar yaitu Ketua Umum MUI Provinsi Banten Dr. KH. A. Bazari Syam yang menyampaikan materi bertajuk Upaya Membangun Budaya Ramah Lingkungan Dalam Perspektif Agama. Serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang Ujang Sudiartono, menyampaikan materi bertajuk Kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang Dalam Membangun Ketahanan Pangan Menuju Kemaslahatan Umat,” pungkasnya. (aditya)
























