SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten, berencana menambah anggaran Bantuan Keuangan Desa (BankeuDes) untuk 1.273 desa di tahun 2026 mendatang. Rencananya, Bantuan Provinsi (Banprov) yang semula Rp100 juta per desa, akan ditambah Rp20 juta menjadi Rp120 juta per desa.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, pihaknya sedang melakukan pembahasan mengenai rencana penambahan BankeuDes tersebut. Meskipun, kata dia, kondisi keuangan belum sepenuhnya pulih, namun rencana penambahan anggaran tersebut tetap dibahas oleh Pemprov Banten.
“Tahun 2026, InsyaAllah BankeuDes untuk masing-masing desa ada kenaikan, awalnya Rp100 juta naik menjadi Rp120 juta. Ini komitmen kami dan akan terus kami tingkatkan,” katanya, akhir pekan lalu.
Andra mengatakan, rencana penambahan anggaran itu sepenuhnya untuk mendukung kemajuan dan kemandirian desa di semua wilayah di Banten. Artinya, para kepala desa (Kades) memiliki tanggung jawab besar agar dana yang diberikan bisa dipergunakan dengan baik dan untuk kemajuan desa setempat.
“Keadilan anggaran juga bukan sekadar pemerataan, melainkan memprioritaskan wilayah yang paling membutuhkan. Termasuk desa-desa di Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang,” tambahnya.
Andra mengingatkan kepada para Kades, agar bisa menggunakan dana tersebut sesuai dengan peruntukannya, dan tidak dibenarkan digunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
Oleh karena itu, dia meminta kepada para Kades agar bisa bekerja sama dalam memajukan Provinsi Banten, khususnya semua desa yang ada di Banten.
“Semuanya harus siap mempertanggungjawabkan SPJ. Harus transparan dan taat aturan, jangan pergunakan anggaran untuk kepentingan lain, harus fokus untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Andra mencontohkan, salah satu realisasi pembangunan wilayah yang bisa dirasakan langsung manfaatnya yakni melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra). Program yang digulirkan sejak dirinya menjadi Gubernur Banten, itu bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.
“Kalau ingin Indonesia maju, mulai dari desa. Tulang punggung pembangunan itu desa. Tahun depan, program Bang Andra tetap berjalan, karena memang dampak positifnya ini besar sekali,” pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Pandeglang Cecep Muhidin, menyambut baik rencana penambahan BankeuDes tersebut. Bantuan itu, kata dia, bisa menjadi stimulan penting dalam upaya percepatan kemajuan dan kemandirian desa, khususnya di Kabupaten Pandeglang.
“Tentunya kita bersyukur, apabila rencana penambahan anggaran itu bisa direalisasikan, karena memang dengan adanya penambahan anggaran itu, cakupan pembangunan dan pelaksanaan program pembangunan bisa semakin luas,” harapnya. (adib)