SATELITNEWS.CO, LEBAK – Mulai 25 November 2025, pengguna Kereta Commuter Line sudah dapat memanfaatkan sarana dan prasarana baru di Stasiun Ultimate Rangkasbitung. Hal ini menyusul uji coba operasional gedung baru yang masih dalam tahap penyelesaian pengerjaan, yang dilakukan pihak KAI pada Senin (24/11/2025) malam.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta, Ferdian Suryo Pramono, mengatakan bahwa uji coba tersebut merupakan tahap penting sebelum operasional penuh, sekaligus sebagai sarana sosialisasi kepada masyarakat terkait penyesuaian alur layanan dan penggunaan fasilitas baru.
“Disebut uji coba karena kami belum bisa melayani secara penuh. Beberapa titik masih dalam proses pembangunan, seperti area parkir dan fasilitas lainnya. Namun demikian, uji coba ini merupakan langkah penyesuaian layanan dan penggunaan fasilitas baru,” ujar Ferdian di Stasiun Ultimate Rangkasbitung, Selasa (25/11/2025).
Ferdian menjelaskan bahwa pengembangan Stasiun Rangkasbitung dilakukan untuk menjawab kebutuhan transportasi masyarakat yang terus meningkat. Kapasitas pelayanan kini dapat mencapai 83.000 penumpang per hari, jauh meningkat dari sebelumnya yang sekitar 26.000 penumpang. Stasiun baru ini hadir dengan desain yang lebih luas, modern, dan terintegrasi dengan moda transportasi di sekitarnya.
“Pada bangunan baru ini, penataan ruang dilakukan secara lebih terstruktur, mulai dari area concourse, ruang operasional, area komersial, hingga fasilitas publik seperti ruang tunggu, musala, ruang laktasi, toilet umum, dan toilet ramah disabilitas,” jelasnya.
Untuk mendukung mobilitas penumpang, tersedia 7 lift, 5 eskalator, 15 gate tiket otomatis, 4 akses masuk, serta sistem keamanan berbasis CCTV 24 jam. Seluruh fasilitas dirancang agar ramah untuk penyandang disabilitas, lansia, dan pengguna dengan mobilitas terbatas.
Baca Juga: Tekan Subsidi BBM Rp300 T, Pengembangan Transportasi Massal Dikebut
Dari sisi operasional, terdapat penataan jalur dan peron yang lebih efisien. Jalur 2 digunakan untuk kereta api lokal, Jalur 3 untuk kereta barang, sementara Jalur 4 dan 5 melayani perjalanan KRL. Adapun jalur 6 hingga 9 disiapkan sebagai area stabling untuk mendukung operasi kereta yang lebih fleksibel. Penataan ini diharapkan dapat meningkatkan ketertiban arus penumpang dan ketepatan waktu perjalanan.
Untuk memudahkan perpindahan moda transportasi, stasiun ini juga dilengkapi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dengan ramp sepanjang ±85 meter, selasar luar yang terhubung ke terminal, serta area drop-zone utara seluas 1.562,79 m² dan drop-off serta parkir selatan seluas 2.809,44 m².
Dalam masa transisi ini, terdapat penyesuaian alur pergerakan penumpang, khususnya untuk pengguna KRL.
Akses sisi utara (Jalan Sunan Kalijaga): Penumpang menuju selasar dan area concourse melalui lift, eskalator, atau tangga manual, kemudian ke area loket dan gate tap-in/out sebelum turun ke peron KRL di Jalur 4 dan 5.
Akses sisi selatan (Jalan Ardi Winangun): Penumpang menuju area concourse melalui lift atau tangga manual lewat pintu masuk selatan area JPO. Area selatan menjadi akses utama khusus drop-off kendaraan. Kendaraan yang menurunkan penumpang akan diarahkan kembali ke Jalan Sunan Kalijaga.
Menurut Ferdian, skema alur baru ini disiapkan untuk menciptakan perjalanan yang lebih teratur, nyaman, dan aman, terutama pada jam-jam sibuk.
Saat ini, progres pembangunan gedung baru Stasiun Rangkasbitung telah mencapai 94,39%, dengan rincian:
Pembangunan gedung: 97,89%
Fasilitas operasi: 96,36%
Penataan jalur dan emplasemen: 95,88%
Pembangunan selasar dan ramp JPO: 44,21%
“Melalui uji coba ini, pemerintah memastikan seluruh sistem teknis, prosedural, dan pelayanan publik dapat diuji sebelum penerapan penuh,” imbuhnya.
Baca Juga: Korban Tewas Tabrakan KA Jadi 16 Orang, 91 Terluka
Direktur Operasi dan Komersial PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Broer Rizal, menambahkan bahwa PT KCI telah menyiapkan petugas secara matang, dibantu sejumlah personel TNI. Mereka disiagakan untuk membantu penumpang yang belum memahami perubahan jalur dan alur layanan di Stasiun Rangkasbitung.
“Dengan beroperasinya gedung baru ini, Stasiun Rangkasbitung diharapkan menjadi simpul transportasi modern yang meningkatkan konektivitas kawasan, memperlancar mobilitas warga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten,” pungkasnya. (mulyana)
























