SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemprov Banten menargetkan, menyelesaikan pembangunan ruas jalan sepanjang 63 kilometer di tahun 2025 ini. Pembangunan itu masuk dalam program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), dengan total anggaran Rp184 Miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten Arlan Marzan mengatakan, pembangunan ruas jalan dalam program Bang Andra tersebar dibeberapa wilayah Provinsi Banten.
Tujuannya, selain memudahkan aksesibilitas, juga untuk menunjang pelayanan kesehatan, ekonomi, dan lainnya.
“Secara keseluruhan lebih dari 60 kilometer dan anggarannya Rp184 miliar. Semuanya kita targetkan selesai di Desember ini, tapi ada juga beberapa ruas jalan yang sudah terbangun,” katanya, Selasa (25/11/2025).
Arlan menerangkan, pembangunan ruas jalan tersebut dibagi menjadi dua tahap di tahun 2025 ini.
Tahap pertama, pembangunan dilakukan untuk 40 ruas jalan dengan total panjang 33 kilometer pada pos Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni, dengan total anggaran Rp83 Miliar lebih.
Baca Juga: Program Magang ke Jepang Minim Peminat, Di Banten Baru 73 Pendaftar
Sedangkan ditahap kedua, pembangunan dilakukan dengan menggunakan APBD Perubahan tahun anggaran 2025 dengan alokasi sebesar Rp100 Miliar lebih.
Dana itu dipergunakan untuk membangun 20 ruas jalan desa, yang kondisinya mengalami rusak berat dan membutuhkan perbaikan dengan segera.
“Dari ruas jalan yang dibangun itu, kebanyakan usulan dari Kabupaten Serang, Pandeglang, Lebak, Tangerang, dan Kota Serang,” ujarnya.
Arlan mengatakan, selama tahun 2025 ini banyak kabupaten/kota yang mengusulkan pembangunan ruas jalan desa di wilayah masing-masing.
Namun, karena keterbatasan anggaran, proses pembangunan dilakukan secara bertahap dan sesuai dengan urgensi di wilayah yang diusulkan untuk dibangun tersebut.
“Pembangunan jalan yang kita utamakan itu, pasti di desa tertinggal. Dengan kami membangun di desa itu, tentunya nanti akses ke Puskesmas, sekolah, mengangkut hasil padi, akses perekonomian dan lainnya. Itulah yang menjadi prioritas kita,” ujarnya lagi.
Baca Juga: Pantau PGA GAK di Pasauran, Gubernur Andra Tegaskan Hal Ini
Arlan mengatakan, mekanisme pembangunan ruas jalan tersebut disesuaikan dengan kondisi lapangan atau diwilayah desa yang akan dibangun. Tindakan itu harus dilakukan, agar jalan yang dibangun tidak mudah rusak dan bisa dimanfaatkan jangka panjang oleh masyarakat.
“Pembangunan jalan bisa di aspal atau betonisasi. Tetapi untuk wilayah Banten Selatan, mayoritas dibeton karena kontur tanahnya. Kalau diwilayah lain, bisalah dengan cara dihotmix,” pungkasnya.
Sementara, Gubernur Banten Andra Soni mengakui, sampai saat ini banyak usulan perbaikan jalan desa yang disampaikan kepada Pemprov Banten. Usulan itu, kata dia, akan diverifikasi terlebih dahulu, kemudian akan dibangun sesuai dengan skala prioritas yang ada.
“Program Bang Andra ini, menjadi salah satu program andalan yang ada. Usulan perbaikan banyak, tapi nanti akan kita lihat dulu mana yang harus segera dibangun mana yang sekiranya bisa ditunda,” ungkapnya.
Andra mengatakan, program tersebut akan kembali dikerjakan ditahun 2026 mendatang, agar aksesibilitas transportasi dan perekonomian masyarakat bisa semakin mudah. Oleh karena, jalan merupakan salah satu akses penting kemajuan daerah.
“Tahun depan tentunya kembali akan kita laksanakan program Bang Andra ini. Kita selesaikan untuk yang tahun ini, Desember sudah selesai semuanya dibangun,” imbuhnya.(adib)
























