SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tangerang mengapresiasi pengesahan APBD 2026 yang dinilai telah mengakomodasi sembilan agenda kerakyatan mereka. Teja Kusuma menyebut APBD 2026 menunjukkan keberpihakan pada masyarakat kecil dan kemandirian fiskal daerah.
Sembilan Agenda yang Diakomodasi
APBD Berdikari Ekonomi.
Peningkatan stimulan RT, RW, guru agama, dan kader kesehatan.
Kesejahteraan ASN P3K penuh waktu.
BPJS Ketenagakerjaan non-upah gratis bagi pekerja rentan.
BLK kecamatan dan pelatihan kompetensi, termasuk bahasa asing.
Penguatan bank sampah dan pengelolaan persampahan.
Pengawasan kualitas MBG.
Angkot gratis untuk pelajar.
Peningkatan anggaran Rutilahu.
PDI Perjuangan juga mendorong optimalisasi pendapatan daerah, pembaruan regulasi retribusi, dan penegakan pelaksanaannya.
Insentif RT/RW naik Rp50 ribu, sementara insentif guru ngaji, marbot, dan amil jenazah diperluas bagi pengurus rumah ibadah lintas agama. Pemerintah juga menaikkan TPP ASN P3K sebesar 25 persen dan memperluas jaminan BPJS Non-Upah bagi 12 ribu pekerja rentan.
Fraksi menyoroti peningkatan pelatihan BLK, afirmasi anggaran persampahan, pengawasan MBG, serta percepatan layanan angkot gratis bagi pelajar.
Pada sektor perumahan, Rutilahu tetap Rp30 juta per unit, namun kini rumah korban bencana dapat langsung diintervensi tanpa proses berbelit.
Sikap Pemerintah Kota
Wali Kota Sachrudin menegaskan bahwa APBD 2026 diarahkan sepenuhnya untuk kebutuhan masyarakat di seluruh sektor pembangunan. Ia menyebut defisit Rp400 miliar masih wajar dan telah diseimbangkan. (made)
Baca Juga: Dorong Pemerataan Insentif Tenaga Keagamaan di Semua Rumah Ibadah
























