SATELITNEWS, SERANG—Rentetan tanpa kekalahan Persita Tangerang akhirnya terhenti. Pendekar Cisadane takluk 0-1 atas Dewa United dalam laga lanjutan Indonesia Super League bertajuk Derby Banten di Stadion Internasional Banten, Sabtu (29/11/2025) sore. Gol kemenangan tuan rumah dikemas oleh Alex Martins pada menit ke-37 via dari titik putih.
Melawan Persita, Dewa United minim ancaman. Mereka melakukan sembilan tembakan, dua mencapai sasaran. Catatan itu tujuh kali lebih sedikit dibandingkan Persita.
Dengan kemenangan ini, Dewa United memutus laju kekalahan. Dalam tiga pertandingan sebelumnya, Dewa United tumbang saat melawan Borneo FC, PSM Makassar, dan Persib Bandung. Tak sekadar kalah,
Dewa United juga gagal mencetak gol. Gawang tim asuhan Jan Olde Riekerink juga kebobolan sebanyak enam gol.
Hasil ini masih menempatkan Persita di urutan 7 klasemen sementara Super League setelah mengumpulkan 19 nilai dalam 13 laga.
Usai laga ini kompetisi kembali memasuki masa jeda, dengan adanya SEA Games 2025 Thailand. Persita akan kembali tampil pada 21 Desember mendatang dengan menghadapi Persik Kediri di Indomilk Arena.
Usai pertandingan, pelatih Persita Carlos Pena menilai skuadnya kurang memiliki akurasi yang tepat dalam memanfaatkan peluang di bagian sepertiga akhir lapangan, saat Pendekar Cisadane berjumpa dengan tuan rumah Dewa United.
“Tentu kami kecewa dengan kekalahan ini, kami terus mencoba dan di babak pertama saya pikir kami lebih baik daripada mereka,” ujar Pena dalam sesi jumpa persnya usai pertandingan.
“Pertandingan berjalan seperti yang kami harapkan, kami kekurangan penyelesaian akhir di kotak penalti. Kami juga memiliki banyak tendangan sudut, dan kami tak bisa mendapatkan keuntungan dari itu. Tapi kami tidak bisa memanfaatkan hal itu dan di akhir babak pertama penalti itu datang, sambungnya.
“Wasit melihatnya dengan jelas ketika bola itu mengenai tangan (Mario Jardel), dia langsung meniup peluitnya dan tidak memeriksa VAR. Dia sangat yakin bahwa itu adalah penalti, saya tidak memiliki opini yang berbeda.”
Pelatih asal Spanyol itu juga mengeluhkan banyaknya kejadian yang membuat permainan terhenti dan menurunkan tempo pertandingan. “Dan di babak kedua, kami mencoba terus tapi itu sangat sulit. Pertandingan berjalan 10 menit atau 20 menit dan terhenti karena pemain jatuh di lapangan,” lanjut Pena.
Coach Pena juga sempat memasukkan sejumlah pemain depan untuk menambah ketajaman di lini serang, namun hal itu belum berjalan dengan maksimal dan gagal berbuah gol bagi Pendekar.
“Pertandingan tidak bisa berjalan dengan lancar, kami mencoba untuk menambah opsi di lini serang. Menaruh banyak pemain depan untuk membuat umpan silang menargetkan Matheus Alves. Tapi kita tidak berhasil, kami kecewa dengan kekalahan ini dan kita harus bersiap untuk laga selanjutnya,” pungkasnya. (dm)