SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Di sebuah sudut Pamulang, tempat yang dulu masih dipenuhi kebun anggrek ketika ia pertama kali menjejakkan kaki pada tahun 1989, Januar Tifa berdiri sebagai saksi kecil dari perubahan zaman. Ia, wanita asli Surabaya yang akan berusia 70 tahun Januari nanti, menjaga sesuatu yang bagi banyak orang mungkin sudah dianggap usang yaitu usaha penyewaan buku, komik hingga kaset DVD.
Usaha konvensional ini ibarat perahu tua yang menurunkan jangkar ke dasar laut agar tak tersapu gelombang besar digitalisasi. Bagaimana tidak? Kini, siapa pun bisa menikmati komik, novel, atau film favorit hanya dengan sentuhan pada gawai. Nostalgia dapat diunduh, cerita masa kecil bisa diakses dalam hitungan detik.
Namun bagi segelintir orang, aroma kertas, derak halaman yang dibalik, dan kilap cakram kaset DVD masih menyimpan kenikmatan yang tak tergantikan. Ada keintiman yang hanya bisa hadir ketika jemari menyentuh fisik sebuah cerita.
Januar mengaku, bisnis yang dia jalankan ini berawal dari hobinya membaca buku. “Semua buku saya beli sendiri,” katanya saat dijumpai, Minggu (30/11/2025).
Ia bercerita telah memiliki rumah di Pamulang sejak 1989. Tapi, dirinya saat itu bekerja di Kalimantan.
Pada tahun 2000, Tifa memilih untuk berhenti dari pekerjaannya di perusahaan asing yang bergerak di bidang peralatan kantor. Saat itu, koleksi bukunya sudah menumpuk banyak dan mulailah jasa sewa buku, komik dan kaset DVD koleksi anak-anaknya pun dibuka. Semua itu bukan sekadar barang dagangan, melainkan potongan hidup yang ia kumpulkan perlahan, dari waktu ke waktu.
Baca Juga: Hari Ketiga Pencarian, Remaja Tenggelam di Sungai Ciujung Lebak Ditemukan Meninggal
Di rak-rak kayu yang ia rawat sendiri, kita bisa menemukan berbagai genre dari komik yang ringan hingga novel-novel penuh nostalgia. Ada juga puluhan kaset DVD dengan judul beragam di antaranya Rumah Tanpa Jendela, Garuda di Dadaku, hingga film horor seperti Paku Kuntilanak. Semua berjejer, menunggu tangan mana yang akan merindukan mereka hari itu.
Tahun berganti, Tifa tetap mempertahankan usahanya itu sembari menikmati hari-harinya di usia senja. Anak dan cucunya tidak ada yang mau untuk melanjutkan perpustakaan pribadi yang berada di Jalan Benda Raya. Namun, Tifa juga menambah koleksinya dengan berbagai kerajinan tangan dari bahan kain buatannya sendiri seperti sprei, tas, taplak kulkas dan masih banyak lagi.
Ia juga memanfaatkan waktunya dengan mengabdi menjadi anggota dari lembaga wilayah yang mengurus jenazah, sebuah tugas yang dijalaninya dengan ketenangan dan ketulusan yang sama.
Meski zaman berubah, pintu sewa bukunya tidak pernah benar-benar sepi. “Yang sewa sekarang rata-rata anak-anak yang dulu sekolah di sini, sekarang mereka sudah pada punya anak,” sebut Tifa sembari memasang wajah tersenyum.
Dalam satu bulan, masih ada sekitar 25 orang yang datang meminjam. Tidak banyak, memang, tetapi cukup untuk membuat perahu kecil ini tetap berlayar. Sistemnya masih sederhana, sewa satu buku untuk tiga hari dikenakan tarif mulai dari Rp8.000 tergantung jenis bukunya. Komik bahkan lebih murah, cukup Rp2.500.
Di era ketika layar ponsel merampas hampir semua perhatian, usaha seperti milik Tifa bukan hanya tempat sewa, tetapi juga sebuah pengingat. Bahwa ada hal-hal yang patut dipertahankan bukan karena modernitas gagal menggantikannya, tetapi karena nilai sentimentalnya tak bisa direplikasi.
Baca Juga: 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta Belum Teridentifikasi
Dan selama masih ada orang-orang yang datang, mencari wangi halaman kertas dan ketenangan membuka cerita lama, Januar Tifa akan terus berdiri di sana sebagai jangkar sunyi yang menolak hilang ditelan waktu.
Bangunan rumah yang kini terhimpit oleh bisingnya khas perkotaan memang tak terlihat beda secara kasat mata. Jika dilihat lebih dekat, kita akan dibawa melihat deretan buku tersusun rapi.
Usia hanyalah angka rasanya pantas disematkan oleh Januar Tifa. Bagaimana tidak, selain disibukkan oleh koleksi buku dan pekerjaan sebagai pengurus jenazah, berbagai kerajinan kain mampu ia hasilkan dengan beragam bentuk. (eko)
























