SATELITNEWS.COM, LEBAK – Pawai Budaya Nusantara dan Pawai Ta’aruf MTQ tingkat Kabupaten Lebak ke-41 yang digelar di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, berlangsung meriah pada Senin (1/12/2025). Kemeriahan acara itu bahkan sempat membuat petugas kewalahan akibat banyaknya pengunjung yang merangsek masuk ke jalur peserta.
Peserta pawai mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) hingga pemerintah desa (Pemdes) ikut serta memeriahkan acara. Sesekali, Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Wakil Bupati Amir turun dari panggung kehormatan untuk menyapa para peserta.
Namun, di balik meriahnya acara tahun ini, pergerakan peserta menjadi terbatas karena pengunjung memasuki jalur pawai sehingga menyulitkan petugas untuk mengatur jalannya kegiatan.
Pawai yang dipusatkan di Jalan RT Hardiwinangun tersebut diawali atraksi dari TNI dan Brimob lengkap dengan personel, alutsista, serta kendaraan taktis. Acara ini digelar dalam rangka memeriahkan MTQ ke-41 yang dikolaborasikan dengan HUT Lebak ke-197 pada 2 Desember. Adapun pelaksanaan MTQ berlangsung dari 1 sampai 5 Desember dengan mempertandingkan 10 cabang dan 28 golongan.
Salah seorang pengunjung, Neni, mengaku bangga dan antusias sebagai warga Lebak dapat menyaksikan pawai yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak tersebut.
“Sangat senang melihatnya. Setiap momen peserta pawai saya abadikan karena sangat menarik,” ujarnya.
Ia pun mengaku ikut merangsek masuk ke jalur pawai seperti banyak pengunjung lainnya. Menurutnya, hal itu terpaksa dilakukan karena sulit melihat dari kejauhan akibat ramainya pengunjung.
“Iya, saya ikut masuk karena ingin melihat peserta pawai dari dekat. Banyak replika dan teatrikal yang ditampilkan setiap peserta, jadi sayang kalau tidak terlihat,” katanya antusias.
Pelaksana tugas (Plt) Asisten Daerah (Asda) III Setda Lebak, Iyan Fitriana, berharap pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Lebak berjalan sesuai harapan bersama. Ia juga mengimbau para qori/qoriah, tahfidz Quran, mufasir, pimpinan pondok pesantren, serta para pembina menjadikan MTQ sebagai sarana menebarkan kebaikan dan mencetak generasi Lebak yang mencintai Al-Qur’an.
“Tentunya peserta MTQ harus merupakan penduduk asli yang berdomisili di Kabupaten Lebak. Pada MTQ ini, peran strategis Dewan Hakim sangat penting dalam menjaga kualitas penilaian dan kepercayaan masyarakat. Kita mengutamakan masyarakat Lebak untuk mengangkat potensi lokal,” tegasnya.
Untuk diketahui, Kecamatan Maja merupakan juara bertahan pada MTQ ke-40 tingkat Kabupaten Lebak. (mulyana)