SATELITNEWS.COM, SERANG – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni, berkeliling sekolah di Banten sejak awal menjabat. Tindakan itu dilakukan, guna memastikan pendidikan PAUD berjalan baik, dalam upaya pembentukan karakter sejak dini.
Sekolah yang ada di delapan kabupaten/kota terus disinggahi, dan melakukan interaksi. Hasil kegiatan itu, kemudian dibahas dan dicarikan solusi apabila ditemukan ada persoalan di lapangan.
Bunda PAUD Provinsi Banten Tinawati Andra Soni mengatakan, tindakan yang dilakukan pihaknya guna memastikan setiap sekolah melaksanakan pendidikan inklusif, sebagai upaya membentuk karakter anak. Melalui pendidikan itu, diharapkan anak usia dini bisa menerima perbedaan sejak dini.
“Melalui pendidikan inklusif, anak-anak istimewa juga memperoleh layanan pendidikan yang layak dan sesuai kebutuhannya,” katanya, usai mengunjungi TK Zata Amani Islamic School (ZAIS), Selasa (9/12/2025).
Tinawati mengatakan, dari hasil keliling yang dilakukan pihaknya, ada beberapa sekolah yang sudah melaksanakan pendidikan inklusif, salah satunya TK ZAIS. Pembentukan karakter sejak dini, kata dia, menjadi bagian utama dari pelaksanaan sekolah inklusif.
“Karena dalam pendidikan inklusif itu, anak-anak dibiasakan untuk menerima perbedaan karakter antarindividu di lingkungan sekolah,” tandasnya.
Baca Juga: Program Magang ke Jepang Minim Peminat, Di Banten Baru 73 Pendaftar
“Mudah-mudahan ini bisa terus kita kembangkan di Provinsi Banten. Kita giatkan sekolah inklusif yang ramah anak, ramah keluarga,” sambungnya.
Tinawati memastikan, pihaknya akan terus berkeliling ke setiap sekolah sekaligus memberikan paket bantuan dari Pemprov Banten melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) sebagai upaya mencegah dan mengatasi persoalan stunting.
“InsyaAllah, kegiatan ini terutama Genting akan terus kami lakukan. Bagaimanapun pendidikan anak usia dini terkait dengan kesehatan dan gizi anak,” ujarnya.
Kepala Sekolah TK Zata Amani Islamic School Dyah, Sari Endah Nursasongko mengatakan, anak-anak istimewa berkebutuhan khusus yang belajar di TK ZAIS memperoleh pendampingan dari pendidik dengan latar belakang sarjana pendidikan khusus.
“Anak-anak istimewa belajar bersama dengan teman-teman seusianya di dalam kelas,” ucapnya.
Di samping itu, keunggulan sekolah terletak pada penerapan pendidikan inklusif yang memuliakan setiap anak. Menurutnya, setiap anak memiliki keunikan dan kekhasan masing-masing, serta belajar bersama tanpa adanya pembedaan.
Baca Juga: Kekeringan Meluas, Ratusan Hektare Sawah di Banten Gagal Panen
“Semua diberikan kesempatan yang sama. Hak yang sama sesuai minat dan bakatnya,” imbuhnya. (adib)
























