SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Pemandangan tak sedap terlihat di Kota Tangerang Selatan akhir-akhir ini. Tumpukan kantong berisi sampah tampak dibuang di jalan-jalan arteri mulai dari Serpong hingga Ciputat.
Sampah yang sudah hampir sepekan tidak diangkut itu menimbulkan bau menyengat dan mengganggu aktivitas masyarakat sekitar. Salah seorang warga sekaligus penjual perlengkapan sekolah di Serpong, Yatna mengaku sangat terganggu dengan kondisi tersebut. Menurutnya, sampah sudah hampir satu minggu menumpuk karena belum dapat dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.
“Sudah hampir satu minggu sampah di sini. Katanya belum bisa dibuang ke TPA Cipeucang. Sangat terganggu sekali, baunya menyengat, pemandangannya juga tidak enak, apalagi persis di depan tempat jualan saya,” ujarnya saat ditemui, Minggu (14/12).
Ia menyebutkan, volume sampah terus bertambah setiap harinya. Bahkan, ia mendengar kabar bahwa penutupan TPA bisa berlangsung hingga satu bulan, sehingga membuat kondisi semakin mengkhawatirkan.
“Ini semakin nambah terus sampahnya, apalagi dengar kabar sampai satu bulan TPA-nya. Ini sampah dari kampung dan dari pedagang Pasar Serpong ke sini semua buangnya,” ucapnya.
Yatna menjelaskan, sebelumnya lokasi tersebut hanya dijadikan tempat pembuangan sementara dengan volume terbatas. Sampah biasanya diangkut setiap pagi menggunakan truk, sehingga area tetap bersih. Namun kini, pengangkutan tidak lagi dilakukan.
Baca Juga: SIM Keliling Tangerang Selatan Senin 7 September 2026, Lokasi dan Jadwalnya
“Dulu tiap pagi diangkut mobil truk, langsung bersih. Tapi sekarang tidak ada pengangkutan, jadi begini,” katanya.
Ia berharap pemerintah segera mengambil tindakan agar sampah dapat segera diangkut. Terlebih, tumpukan sampah itu berada tepat di depan Puskesmas Serpong, yang seharusnya menjadi area bersih dan sehat.
“Kami ingin sampah secepatnya diangkut secepat mungkin,” harapnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Alwi. Ia menilai pemerintah daerah belum mampu menangani persoalan sampah yang terjadi saat ini.
“Pemerintah daerah seolah tidak mampu menangani persoalan sampah. Aturan dan regulasi sebenarnya ada, tapi tidak berjalan efektif,” jelasnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera memberikan solusi konkret agar permasalahan sampah di Jalan Raya Serpong tidak semakin meluas dan berdampak pada kesehatan masyarakat.
Baca Juga: Lima Pemuda Ditangkap Warga Pondok Aren, Dua Orang Bawa Celurit
Pantauan di lokasi, sampah tertumpuk rapi di bahu jalan tersebut. Bahkan, ada lebih dari lima titip penumpukan sampah mulai dari pasar Serpong hingga mendekati Kantor DPRD Tangsel.
Kondisi serupa pun terjadi di sepanjang Jalan Dewi Sartika Ciputat, depan pasar Cimanggis dan Jombang. Gunungan sampah itu menimbulkan persoalan baru. Selain bau kian menyengat, air lindi telah mengalir dan belatung menggeliat di sekitar kantung plastik berisi sampah.
Pemandangan itu dapat terlihat di Jalan Dewi Sartika Ciputat. Pantauan di lokasi, aroma busuk sudah tercium dari jarak yang cukup jauh. Titik-titik penumpukan sampah semakin bertambah, salah satu jalan penghubung antara Tangsel dengan Jakarta itu sepertinya akan berubah fungsi jika terus ada pembiaran.
Walau pun begitu, ada sedikit yang berbeda dari hari-hari sebelumnya. Gunungan sampah terbesar di kolong flyover Ciputat telah ditutup menggunakan terpal berwarna biru. Berdasarkan informasi yang diterima, penutupan dilakukan oleh pihak Kelurahan dan Kecamatan pada Minggu pagi.
“Tadi pagi sempat disemprot juga karena belatungnya banyak banget sampai ke tengah jalan sebelum ditutup terpal itu,” ujar Afrida (31), salah satu warga saat dijumpai di lokasi, Minggu (14/12).
Afrida menjelaskan, meskipun sudah dilakukan penyemprotan dan ditutup, bau sampah semakin parah hingga mengganggu pernapasan. Menurutnya, solusi satu-satunya seluruh sampah diangkut dari lokasi.
“Tidak berpengaruh apa-apa, sudah disemprot dan ditutup. Harus segera dipindahin, bikin sesak pernapasan karena baunya menyengat,” katanya.
Lurah Cipayung Dini Nurlianti menyebut bahwa upaya penutupan sampah dikolong flyover Ciputat untuk meminimalisir pihak-pihak yang membuang sampahnya sembarangan. Ia mengakui bahwa wilayahnya sudah darurat sampah.
Sebagai langkah antisipasi, ia me minta warga untuk sama-sama menjaga wilayah apabila didapati ada yang buang sampah. Jika ada yang kedapatan hanya akan diberikan teguran secara lisan.
“Ya kita tetap jagain nih, abang-abang dan bapak-bapak sini ngejagain. Kalau sanksi, kita tidak punya kewenangan untuk memberikan sanksi apa-apa, kita hanya menegur, mengingatkan, enggak boleh buang ke sini karena ini kan bukan tempat pembuangan sampah,” bebernya. (eko)
























