SATELITNEWS.COM, SERANG – Kenakalan remaja di Provinsi Banten, masih menjadi perhatian utama jajaran Polda Banten. Sebagai bentuk antisipasi, sejumlah siswa sekolah setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah hukum Polda Banten, terus diberikan pembekalan.
Kali ini, jajaran Polda Banten dan Polres Serang memberikan pembekalan terhadap ratusan siswa dan siswi SMA Negeri 1 Pontang, Kabupaten Serang, Senin (15/12/2025).
Pelaksana harian (Plh) Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Banten Ajun Komisaris Besa Polisi (AKBP) Meryadi mengatakan, kegiatan yang dilakukan instansinya sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba.
Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2025, sebanyak 28,2 persen pengguna narkoba berada pada rentang usia 15–24 tahun, dengan jumlah pelajar yang terlibat mencapai sekitar 312 ribu orang.
“Hal ini menunjukkan bahwa masa remaja yang seharusnya menjadi periode pembentukan karakter justru sangat rawan terhadap pengaruh negatif lingkungan, tekanan sosial, serta kurangnya pengawasan dari keluarga,” katanya, Senin (15/12/2025).
Dia menerangkan, ada beberapa hal yang menyebabkan kenakalan remaja di Provinsi Banten, yaitu ketidakharmonisan keluarga, pengaruh teman sebaya, paparan konten negatif di media sosial, dan kekuurangn edukasi serta pengawasan di lingkungan sekolah.
Baca Juga: Polda Banten Tegaskan Barang-barang Yang Ditemukan Bukan Milik Kapal Rombongan Wartawan
“Maka dari itu, sosialisasi kita lakukan di sekolah, kenapa? supaya menjadi tempat yang aman dan efektif dalam memberikan edukasi bahaya narkoba, melalui kegiatan positif seperti olahraga, seni, dan program keterampilan,” tambahnya.
Kapolres Serang AKBP Condro mengatakan, kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba merupakan dua isu sosial yang saling berkaitan. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen untuk mengatasi persoalan tersebut sebagai upaya menyelamatkan generasi muda.
“Kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba merupakan dua isu sosial yang saling berkaitan dan menjadi ancaman serius bagi generasi muda,” ujarnya.
Dia mengatakan, melalui berbagai pendekatan, pihaknya terus berupaya menekan kenakalan remaja karena merugikan dan tidak mendatangkan manfaat. Oleh karena, penanganan dan pencegahan kenakalan remaja ini penting untuk dilakukan.
“Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang komprehensif melalui peran keluarga, sekolah, masyarakat, serta pemerintah dalam upaya pencegahannya,” ujarnya lagi.
Condro menjelaskan, tujuan pendidikan di tingkat SMA/SMK tidak hanya berorientasi pada capaian akademik pendidikan di tingkat SMA dan SMK tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter untuk mencetak generasi muda yang berintegritas, mandiri, bertanggung jawab, dan berdaya saing.
Baca Juga: Nelayan Normalisasi Sungai Pakai Cangkul, Aktivis Serang Raya: Pemerintah Kemana ?
“Oleh karena itu, belajar harus dijadikan kewajiban utama dengan menjunjung disiplin, kejujuran, dan kerja keras sebagai kunci masa depan,” pungkasnya.
Selain itu, pihak kepolisian akan terus melakukan pendekatan persuasif kepada para siswa melalui dialog interaktif.
Pada kesempatan tersebut, para siswa menyampaikan cita-cita serta rencana masa depan mereka. Kapolres Serang juga memberikan tas sekolah, buku tulis, serta bantuan pendidikan sebagai bentuk dukungan dan motivasi kepada para siswa. (adib)
























