SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Inovasi pelayanan darah berbasis digital yang dikembangkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang kembali menuai apresiasi. Melalui Unit Donor Darah (UDD), PMI Kabupaten Tangerang diganjar penghargaan oleh Pemerintah Provinsi Banten dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-61 yang digelar di Uptown Park Sumarecon, Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Rabu (17/12/2025).
Penghargaan tersebut diberikan atas terobosan aplikasi Si Doni, sebuah layanan donor darah terintegrasi yang dinilai menjadi inovasi pelayanan darah se-Provinsi Banten. Aplikasi ini memudahkan masyarakat, baik pendonor maupun pasien, dalam mengakses informasi dan layanan darah hanya melalui genggaman ponsel.
Wakil Menteri Kesehatan RI, Benyamin Paulus Oktavianus, menilai PMI Kabupaten Tangerang sebagai institusi yang sangat inovatif. Menurutnya, kehadiran aplikasi Si Doni menjadi solusi nyata dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan darah yang cepat dan mudah.
“Jadi, aplikasi Si Doni ini merupakan program yang sangat inovatif yang diluncurkan PMI Kabupaten Tangerang. Sehingga para pendonor dan penerima darah lebih mudah mengaksesnya,” kata Benyamin kepada Satelit News, Rabu (17/12).
Ia juga mendorong PMI Kabupaten Tangerang, agar ke depan turut terlibat dalam pengembangan aplikasi khusus untuk penurunan dan pendataan penyakit TBC, sehingga proses pendataan dapat berjalan lebih efektif dan tidak rumit.
“Nanti, PMI Kabupaten Tangerang harus turut serta mendesain aplikasi khusus TBC. Sekali lagi selamat kepada PMI Kabupaten Tangerang,” ujarnya.
Baca Juga: Imbas Anggaran Tersendat, Operasional 62 SPPG di Kabupaten Tangerang Distop Sementara
Gubernur Banten, Andra Sony, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi digital di era modernisasi saat ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Layanan berbasis aplikasi android, kata dia, kini mendominasi berbagai sektor, mulai dari transportasi, makanan, perhotelan, hingga layanan kesehatan dan donor darah.
“Maka, PMI Kabupaten Tangerang tentunya sangat kreatif dan inovatif, karena dapat memanfaatkan kemajuan zaman. Kini semua lini kehidupan dimudahkan dalam satu genggaman smartphone, sehingga layanan kebutuhan masyarakat semakin mudah tanpa harus capek dan ribet mencari darah atau mendonor,” ucap Andra.
Ketua PMI Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menambahkan bahwa aplikasi Si Doni merupakan salah satu inovasi yang dilahirkan PMI Kabupaten Tangerang melalui Unit Donor Darah (UDD) untuk menyelaraskan layanan publik berbasis digital.
Dengan aplikasi tersebut, masyarakat dapat mendonor, mengajukan permintaan darah, hingga memantau ketersediaan stok darah tanpa harus datang langsung ke markas atau kantor PMI Kabupaten Tangerang.
“Masyarakat cukup mengunduh aplikasi melalui App Store. Semua layanan donor darah, jadwal, serta kebutuhan darah dapat diakses oleh publik,” terang Soma.
Soma mengakui, penganugerahan yang diberikan Gubernur Banten menjadi bukti bahwa PMI Kabupaten Tangerang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Baca Juga: Jurnalis Tangerang Deklarasikan Environmental Journalist Network, Tanam 10 Ribu Mangrove di Mauk
“Terima kasih Pak Gubernur atas penganugerahan terbaik untuk PMI Kabupaten Tangerang. Ini menjadi energi positif bagi kami untuk terus melayani masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kinerja PMI Kabupaten Tangerang yang selama ini selalu berada di garis terdepan membantu masyarakat, khususnya dalam pendistribusian darah bagi pasien yang membutuhkan.
“Ini wujud nyata sinergitas pemerintah dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Inovasi dalam digitalisasi layanan darah merupakan langkah konkret dalam memberikan kemudahan akses layanan kesehatan,” paparnya.
Bupati berharap penghargaan ini tidak membuat jajaran PMI berpuas diri, melainkan menjadi pemicu untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Ini harus menjadi pemecut bagi kita semua. Kebutuhan darah di Kabupaten Tangerang sangat tinggi, lebih dari 9.000 kantong setiap bulan, dan kita harus siap menghadapi hal tersebut,” tegasnya. (alfian/aditya)
