SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang mengakui indeks literasi digital masyarakat mengalami penurunan berdasarkan hasil survei tahun lalu. Meski merupakan wilayah perkotaan, namun berdasarkan hasil survei, Kota Tangerang masih berada di bawah Kabupaten Pandeglang yang dianggap sebagai salah satu wilayah “tertinggal” di Banten.
Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus segera ditangani melalui berbagai program peningkatan literasi digital yang lebih masif dan inklusif.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang Mugiya Wardhany dalam kegiatan literasi digital yang melibatkan penyandang disabilitas, BPSDM Kementerian Komdigi, yayasan, serta kelompok disabilitas di Kota Tangerang.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman literasi digital bagi teman-teman disabilitas. Karena berdasarkan hasil survei tahun kemarin, literasi digital Kota Tangerang agak sedikit menurun. Ini menjadi PR kita bersama untuk meningkatkan literasi digital warga Kota Tangerang,” ujar Mugiya, Kamis (4/6/2026) usai acara pembukaan di Ruang Patio Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.
Untuk mengatasi penurunan tersebut, Diskominfo akan berkoordinasi dengan BPSDM Kementerian Komdigi yang menjadi pihak pelaksana survei guna mengetahui aspek mana yang mengalami penurunan.
Salah satu fokus yang akan diperkuat adalah pemberdayaan literasi digital masyarakat.Menurutnya, hasil evaluasi survei akan menjadi dasar penyusunan program yang lebih tepat sasaran.
Diskominfo akan memetakan area-area literasi yang masih lemah dan menjadikannya fokus kegiatan ke depan.
Selain itu, Diskominfo juga berencana memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk BPSDM Kementerian Komdigi.
Selama ini, program peningkatan literasi digital banyak melibatkan perguruan tinggi di Kota Tangerang. Namun, kerja sama dengan BPSDM Komdigi dinilai dapat memperkuat upaya tersebut karena lembaga tersebut memiliki sumber daya khusus berupa pandu literasi digital.
“Kami akan menyinkronkan program-program yang ada. Kehadiran BPSDM Komdigi membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, termasuk memanfaatkan tenaga pandu literasi untuk meningkatkan literasi digital masyarakat, khususnya di sektor pemberdayaan,” katanya.
Melalui kolaborasi lintas sektor dan pendekatan yang lebih inklusif, Diskominfo berharap tingkat literasi digital masyarakat Kota Tangerang dapat kembali meningkat sekaligus menjangkau kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas. (made)
