SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Deretan koper berwarna-warni berjejer rapat di area konter check-in Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (21/12/2025) pagi. Sejak fajar, arus calon penumpang mengalir tanpa putus. Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kembali menjadikan bandara tersibuk di Indonesia itu sebagai simpul utama pergerakan manusia.
Pengelola Bandara Soekarno-Hatta mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang dibandingkan hari normal. Hingga Jumat (19/12/2025), sebanyak 163.638 penumpang tercatat bepergian melalui bandara ini, meningkat sekitar 17 persen dari rata-rata harian. Tiga hari menjelang puncak libur Nataru, kepadatan bahkan kian terasa sejak pagi hari, ditandai antrean panjang di konter keberangkatan.
Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, pergerakan pesawat turut melonjak. Tercatat sebanyak 1.159 penerbangan baik kedatangan maupun keberangkatan beroperasi dalam sehari. Angka tersebut terus merangkak naik hingga mencapai 1.172 penerbangan, tertinggi selama periode Nataru, dengan total pergerakan penumpang menembus 175.557 orang atau naik sekitar 25 persen dibandingkan hari biasa.
Lonjakan ini dipicu oleh dua agenda besar yang saling berkelindan: musim libur panjang dan tradisi pulang kampung. Tujuan domestik favorit masih didominasi Bali, Medan, dan Makassar. Ketiga kota itu menjadi magnet utama wisatawan dan pemudik akhir tahun. Sementara untuk penerbangan internasional, rute jarak pendek seperti Malaysia, Singapura, dan Jeddah mencatat peningkatan signifikan.
Yuli, salah satu calon penumpang, tampak tenang menunggu giliran check-in. Ia akan terbang ke Pekanbaru untuk merayakan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga. Berbeda dengan keluhan soal mahalnya tiket yang kerap muncul tiap musim liburan, Yuli mengaku beruntung. “Saya pesan tiket jauh-jauh hari, jadi harganya masih normal. Mau Natal dan tahun baru di kampung,” ujarnya singkat.
Pemerintah menyebut kebijakan diskon tarif tiket pesawat sebagai salah satu faktor pendorong tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi udara. Diskon tersebut berlaku untuk rute domestik mulai 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, yang bersumber dari pengurangan komponen Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U) serta Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat (PJP2U). Pemerintah juga memastikan harga avtur tidak mengalami kenaikan selama periode libur.
Baca Juga: Abu Vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta Tetap Diawasi
Namun, kebijakan ini tidak serta-merta dirasakan merata. Nadila Rahma Putri, mahasiswa perantau yang hendak pulang ke Padang, justru mengaku kecewa. Ia membeli tiket dengan harga Rp 1,3 juta sebelum mengetahui adanya diskon. “Bandara memang padat. Tapi aku baru tahu sekarang ada diskon. Teman-teman aku malah dapat sampai Rp 1,5 juta. Jujur kecewa, karena harusnya mahasiswa perantau bisa dapat harga lebih murah,” kata Nadila, Senin (22/12/2025).
Menurutnya, harga tiket yang ia peroleh justru lebih mahal dibandingkan hari biasa. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya di kalangan penumpang seberapa efektif diskon tiket tersebut menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan. Pengelola Bandara Soekarno-Hatta memprediksi lonjakan penumpang akan terus berlangsung hingga berakhirnya masa libur Natal dan Tahun Baru. Untuk mengantisipasi kepadatan, penguatan layanan operasional dan pengaturan arus penumpang telah disiapkan di seluruh terminal. (ari)

















