SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Chelsea dipaksa menelan pil pahit oleh tamunya, Aston Villa, dalam lanjutan Liga Inggris. Meski sempat unggul, Chelsea akhirnya harus menyerah dengan skor 1-2.
Duel Chelsea vs Aston Villa berlangsung di Stadion Stamford Bridge pada Minggu (28/12) dinihari WIB. The Blues mendominasi total babak pertama lalu memimpin berkat gol Joao Pedro.
Situasi berubah di paruh kedua permainan. Pemain pengganti Aston Villa Ollie Watkins tampil cemerlang usai mencetak dua gol yang memastikan kemenangan timnya.
Hasil ini mengkukuhkan the Villans di peringkat ketiga klasemen dengan perolehan 39 poin. Chelsea melorot ke posisi lima dengan perolehan 29 poin, tertinggal tiga poin dari Liverpool (4) dan dibayangi Manchester United (6) yang memiliki jumlah poin yang sama.
Kapten Chelsea Reece James menyesalkan kegagalan menjaga kendali permainan. Villa tak punya banyak momen khususnya di babak pertama dan itu semestinya dipertahankan.
“Saya rasa selalu mengecewakan kalah di rumah sendiri. Kami mendominasi selama 60-65 menit. 60 menit pertama, mereka tak menciptakan peluang apapun, lalu mereka dapat satu dan kemudian pertandingannya berubah,” kata James kepada Sky Sports.
“Saya rasa kami bermain dengan trengginas dengan sistem yang kami siapkan. Bagaimana kami ingin mengambil inisiatif dengan benar dan di babak kedua, satu atau dua momen mengubah laga. Mereka membangun momentum dan itu sulit.”
“Mereka melakukan pergantian. Polanya mungkin agak berubah, tapi seharusnya kami bisa menangani apapun. Kami sudah menghadapi mereka berkali-kali dan tahu gaya serta cara mereka ingin bermain, tapi saya rasa kami perlu melihat ke diri sendiri. Kami ingin menang dan tak bisa mewujudkannya, dan kami kecewa banget,” imbuhnya.
Dalam situasi 1-1, Maresca selaku manajer Chelsea, menarik keluar Cole Palmer untuk digantikan pemain muda Estevao. Palmer tidak merespons keputusan ini dengan legawa. Pesepakbola berusia 23 tahun itu jelas terlihat kesal saat berjalan keluar lapangan sebelum berdebat dengan assisten manajer Willy Cabalero.
Maresca mengatakan, Palmer diganti bukan karena tampil buruk. Chelsea membutuhkan tenaga Palmer, mengingat Bournemouth sudah menanti pada dua hari lagi. “Tidak, tidak. Dia tadi bekerja dengan sangat baik kok. Dia tadi bagus dengan atau tanpa bola, pressing, dia tadi sangat bagus. Kami punya pertandingan lain dalam 48 jam, jadi dia tadi bagus dan kami senang karena dia sudah kembali,” ucap manajer asal Italia ini dikutip Metro.
“Saya kira tadi dia sudah bekerja sangat keras, tapi dia sedikit kelelahan. Secara keseluruhan, dia menjalani pertandingan tadi dengan baik,” lugas Enzo Maresca.
Sementara bagi Villa, ini merupakan kemenangan ke-11 secara beruntun di seluruh kompetisi. Alan Shearer yakin, The Villans bisa jadi kandidat juara. “Liga sudah setengah jalan dan Anda bisa lihat kalau Aston Villa adalah penantang gelar,” jelas top skor Liga Inggris sepanjang masa, Alan Shearer seperti dilansir dari BBC.
“Segalanya mungkin bersama Unai Emery,” tegasnya.
Unai Emery, manajer Aston Villa awali musim dengan tidak meyakinkan. Di enam pekan awal, mereka tiga kali imbang dan tiga kali kalah. Villa malah sempat masuk zona degradasi. Namun setelahnya, laju Emi Martinez dkk tidak terhenti. “Di laga lawan Chelsea, mereka dikurung dan sulit menyerang. Pergantian pemain dilakukan Emery dan mereka sukses menang,,” jelas Shearer.
“Mereka sekarang unggul 10 poin dari posisi kelima. Mereka brilian, selanjutnya akan hadapi Arsenal di Emirates, itu akan sangat menarik,” tutupnya. (dm)