LSATELITNEWS.COM, LEBAK – Hujan ekstrem yang mengguyur Kabupaten Lebak, Banten, selama satu hari satu malam, membuat ancaman banjir dan longsor kian nyata.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak menetapkan Sungai Ciujung dan Sungai Ciberang berstatus siaga 1 setelah debit air meningkat tajam dan genangan mulai muncul di sejumlah wilayah.
Sekretaris BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama, menyampaikan peringatan dini cuaca ekstrem telah diterima dari BMKG. Cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi siklon tropis dan diperkirakan berlangsung hingga 10 Januari.
“Sungai Ciberang dan Ciujung sudah meluap. Di beberapa wilayah rawan, air mulai menggenangi permukiman. Masyarakat diminta tetap siaga dan waspada,” kata Febby, Sabtu (3/1/2025).
BPBD mencatat, ketinggian muka air sungai mencapai sekitar 500 sentimeter dengan debit air sekitar 600 meter kubik per detik. Kondisi ini berdampak pada wilayah-wilayah yang selama ini dikenal sebagai langganan banjir.
Meski Bendungan Karian dinilai mampu meredam banjir di kawasan perkotaan, BPBD menegaskan aliran Sungai Ciujung tidak hanya berasal dari Sungai Ciberang, tetapi juga mendapat suplai dari Sungai Cisimet, Ciujung Lama, hingga Ciujung Baru. Wilayah Cibadak, Muara Rangkasbitung, Kalimati, serta Cibadak bagian Cisangu masih berpotensi terdampak banjir.
Baca Juga: Tower di Permukiman Padat Penduduk di Lebak Terbakar, Warga Panik
Selain banjir, ancaman longsor masih membayangi wilayah perbukitan di Kecamatan Cibeber, Muncang, Sobang, Cilograng, dan Bayah. Longsor kembali terjadi di ruas Jalan Cikidang-Pasir Kurai dan sempat menutup akses jalan, namun telah ditangani sementara secara gotong royong.
BPBD Lebak menyiagakan 45 personel di seluruh kecamatan dan memastikan peralatan evakuasi dalam kondisi siap pakai. Warga diimbau menghindari aktivitas di sekitar sungai saat hujan deras serta segera melapor jika muncul tanda-tanda bencana. (mulyana)
