SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang, membuka posko dapur umum di Yayasan Pendidikan Shohibul Barokah, Kampung Kasunyatan, Kecamatan Kasemen. Dengan menggerakkan puluhan relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Posko tersebut, menyaipkan sekitar 4.000 paket nasi bungkus sekali makan, yang diberikan kepada para korban terdampak banjir.
Kepala Dinsos Kota Serang M. Ibra Gholibi mengatakan, dalam sehari pihaknya menyiapkan sekitar 12.000 paket nasi bungkus, untuk selama dua sampai tiga hari kedepan.
Dimana sumber pembiayaannya, berasal dari bantuan Provinsi Banten kepada Kota Serang, untuk membantu warga.
“Sehingga Masyarakat terdampak tidak kesulitan dalam memenuhi kebutuhan makanan setiap harinya pasca rumah-rumahnya terendam banjir,” katanya, Minggu (4/1/2026).
Dikatakan Ibra, pembangunan dapur umum bertujuan untuk memastikan kebutuhan logistik dan konsumsi warga terdampak banjir dapat terpenuhi dengan baik, terutama bagi masyarakat yang aktivitasnya terganggu akibat bencana tersebut.
Baca Juga: Mulai Besok, 3.000 Siswa di Tangsel Dapat Makan Bergizi Gratis
“Ini sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam kondisi darurat seperti sekarang,” ujarnya.
Wakil Walikota Serang Nur Agus Aulia mengatakan, dapur umum itu akan dijadikan sebagai pusat pengolahan makanan bagi warga korban banjir.
Selain menyiapkan dapur umum, Pemkot Serang juga melakukan pendataan terhadap warga terdampak serta memantau kondisi rumah dan lingkungan sekitar yang masih terendam banjir.
Agis menegaskan, pemerintah akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna mempercepat penanganan pascabanjir.
“Saya pastikan warga mendapatkan bantuan yang dibutuhkan, baik makanan, layanan kesehatan, maupun kebutuhan darurat lainnya,” ungkapnya.
Oleh karena itu, penanganan banjir tidak hanya berfokus pada kondisi darurat, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan dasar warga serta penyelesaian akar masalahnya.
Baca Juga: Dinas Sosial Kota Tangerang Cek Dapur Umum Bencana dan Stok Bantuan
Misalnya yang menjadi prioritas adalah, memastikan kebutuhan pangan warga terdampak tetap terpenuhi.
“Kemudian kami juga menjamin pelayanan kesehatan bagi warga terdampak banjir,” ujarnya.
Dinas Kesehatan bersama Puskesmas, juga dikerahkan untuk melakukan pelayanan kesehatan dengan sistem jemput bola. Tenaga medis turun langsung ke lokasi pengungsian dan titik-titik banjir guna memberikan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, serta pencegahan penyakit pasca banjir.
“Selain itu, ketersediaan obat-obatan dan layanan kesehatan dasar terus dipantau agar warga tidak mengalami kesulitan akses layanan medis,” ujarnya lagi.
Selanjutnya, dirinya menekankan pentingnya penuntasan penyebab banjir khususnya sumbatan aliran air.
Pemkot Serang melakukan pembersihan drainase, normalisasi sungai, serta pengangkatan sampah dan material yang menghambat aliran air. Upaya ini dilakukan secara terpadu lintas OPD agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Penanganan darurat harus berjalan, tapi penyebab banjir juga wajib dituntaskan. Drainase, sungai, dan saluran air harus berfungsi optimal,” ujar Agis. (luthfi)
























