SATELITNEWS.COM, SERANG – Areal persawahan seluas 178,5 hektare, di empat kabupaten dan satu kota di Provinsi Banten, mengalami puso alias gagal panen. Musibah itu terjadi, akibat banjir yang melanda wilayah tersebut selama satu pekan terakhir.
Informasi yang berhasil didapat, secara keseluruhan ada seluas 2.093 hektare lahan pertanian di Provinsi Banten terkena dampak banjir alias terendam saat musibah tersebut terjadi.
Luasan lahan itu ada di empat kabupaten dan satu kota di Banten atau tersebar di 79 desa di 29 kecamatan. Dari lahan itu, sekira 178,5 hektare mengalami puso.
Banjir tertinggi terjadi di Kabupaten Pandeglang karena merendam sawah seluas hektare dan mengalami puso seluas 21 hektare tersebar di Kecamatan Panimbang, Cisata, Saketi, Carita, Pagelaran, Patia dan Picung.
Kemudian banjir di Kabupaten Serang merendam lahan seluas 760 hektare dan mengalami puso seluas 101 hektare tersebar di Kecamatan Kramatwatu, Padarincang, Tunjungteja Mancak, Tirtayasa, Cinangka, Ciruas, Pontang, Anyer, Lebakwangi dan Cikande.
Kemudian banjir di Kabupaten Lebak, merendam lahan seluas 133 hektare dan puso seluas 50 hektare di Kecamatan Cibadak dan Cikulur. Sementara itu, banjir di Kabupaten Tangerang merendam lahan seluas 124,5 hektare dan puso seluas 6.5 hektare di Kecamatan Tigaraksa, Cisoka dan Panongan.
Baca Juga: 1.101,5 Hektare Padi di Banten Puso, Kerugian Petani Capai Rp11 Miliar Lebih
Sedangkan banjir di Kota Serang, merendam lahan seluas 195,5 hektare terjadi di Kecamatan Kasemen, Curug, Walantaka, Cipocok jaya dan Serang. Akibat hal itu, para petani diprediksi mengalami kerugian besar karena tanaman padi milik mereka gagal dipanen.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan terkait luasan lahan pertanian yang terkena dampak banjir, termasuk areal persawahan yang diprediksi atau sudah mengalami puso.
“Kerusakan tanaman padi akibat banjir di Provinsi Banten pada masa tanam Desember 2025 ini ada dua ribu hektare lebih yang kena banjir. Dari jumlah itu, 178 hektare lebih kena puso,” katanya, Rabu (7/1/2026).
Agus mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan bantuan untuk para petani yang mengalami puso atau gagal panen akibat banjir. Dengan begitu, para petani bisa kembali mengolah lahan persawahan dan kembali melakukan penanaman padi.
“Ada bantuan pasca bencana dapat benih dari Cadangan Benih Daerah (CBD), bantuan ini khusus untuk yang kena puso saja. Lebih dari satu ton bantuannya, banyak,” tambahnya.
Agus menerangkan, bantuan itu akan langsung diberikan kepada petani yang mengalami gagal panen melalui kelompok tani (Poktan) setempat. Kemudian, bantuan itu didistribusikan kepada pemilik lahan yang mengalami gagal panen.
Baca Juga: Terendam Banjir, Ribuan Hektar Persawahan di Pandeglang Terancam Gagal Panen
“Jadi bantuan ini akan diserahkan langsung kepada petani, sehingga mereka nanti bisa kembali melakukan penanaman bibit padi,” ujarnya.
Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang Nuridawati menjelaskan, sawah yang terkena banjir per tanggal beberapa waktu lalu merendam seluas 1.045 hektare, sementara yang mengalami puso seluas 21 hektare.
Banjir itu merendam sawah di delapan kecamatan, yaitu Kecamatan Panimbang, Cisata, Saketi, Carita, Pagelaran, Patia, Picung, dan Kecamatan Cikeusik. Sedangkan lokasi sawah yang mengalami puso ada di Kecamatan Cisata seluas 20 hektare dan Kecamatan Carita satu Hektare.
“Untuk yang puso, dinas pertanian dan ketahanan pangan sudah mengusulkan benih CBD sebanyak 525 kilogram untuk benih padi sawah. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bantuan itu sudah bisa diberikan,” imbuhnya. (adib)
























