SATELITNEWS.COM, SERANG – Cuaca buruk yang melanda sejumlah wilayah di Banten, mengakibatkan sebanyak 2.112 rumah terendam banjir, 2 rumah terdampak longsor dan 1 rumah terdampak angin kencang. Bencana tersebut, tersebar di 14 Desa 9 Kecamatan Se-Kabupaten Serang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat mengatakan, berdasarkan pantauan pada pukul 08.50 WIB, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di sebagian besar wilayah Provinsi Banten.
Akibat kondisi tersebut, banjir, pohon tumbang akibat angin kencang hingga longsor, terjadi di 14 Desa 9 Kecamatan di Kabupaten Serang.
Adapun untuk banjir antara lain, terjadi di Kecamatan Padarincang, Desa Citasuk Kamoung Sukamaju RT RW 24,25,26 RW05. Kecamatan Cinangka Desa Rancasanggal Kamping Kajaroan RT 001 RW 004, Desa Karang suraga Kamping Kosambi 2, R RT 030 RW 04. Kecamatan Kibin Desa Nagara Perumahan Bumi Nagara Lestari RT 21,26,30,31 dan Desa Ketos Perumahan Ketos Regency.
Kecamatan Ciruas Desa Pelawad Perum. TCP, Desa Ranjeng Perum. BCP 2, Desa Citerep Kamoung Citerep RT 02 RW 04. Kecamatan Kramatwatu Desa Margasana Perum. Puri Cilegon. Kecamatan Kragilan Desa Kragilan Kampung Sentul.
Kemudian, Kecamatan Anyer Desa Tanjung Manis Kampung Siring RT 05 RW 01. Kemudian kejadian pohon tumbang yang diakibatkan angin kencang terjadi di Desa Bandulu Kampung Sirih Elor RT 01 RW 01.
Kemudian, bencana longsor atau pergerakan Tanah terjadi di Kecamatan Mancak Desa Mancak Kamping Libadak RT 10 RW 02. Kecamatan Cikeusal Desa Dahu Kamping Pasir Nanggu RT 05 RW 02.
Ajat menuturkan, pihaknya telah memberangkatkan Personil untuk melakukan assessment ke beberapa lokasi bencana di beberapa Kecamatan kabupaten serang. Kata Ajat sebagian warga terdampak banjir melakukan evakuasi mandiri kesanak saudara dan ke tempat yang lebih aman.
“Databmasih terus diperbaharu. Kebutuhan mendesak alat Penyedot Air (Alkon) dan Mlmakanan siap saji,” ujarnya.
Ajat juga mengaku, merekomendasikan penerbitan Status Siaga Darurat, pemenuhan kebutuhan sarana prasarana lapangan,penyiagaan personil dan sarana prasarana, Rapat koordinasi lintas sektoral kesiapan menghadapi bencana hidrometeorologi untuk dilakukan pembangunan TPT dan Normalisai perbaikan irigasi. (sidik)