SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Anggota MPR RI, Dr. H. Wahidin Halim, M.Si., mengajak generasi muda untuk memperkuat nilai kebangsaan, persatuan, serta etika di tengah tantangan era digital. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Universitas Yupentek Indonesia (UYI), Cikokol, Kota Tangerang, Rabu, 10 Desember 2025.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan UYI, di antaranya Wakil Rektor UYI Dr. Bambang Kurniawan, S.Sos., M.Si., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Ir. Asep Sugara, M.M., serta Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Rachmat Gustiana, S.E., S.H., M.Kn.
Dalam paparannya, Wahidin Halim menyoroti keberagaman Indonesia yang memiliki 1.342 suku bangsa sebagai modal sosial yang sangat besar. Namun, ia mengingatkan bahwa keberagaman tersebut berpotensi memicu perpecahan apabila tidak dibarengi dengan kesadaran menjaga persatuan.“Keberagaman adalah modal sosial. Namun, tanpa kemampuan menjaga kesatuan, perbedaan suku bangsa justru dapat menjadi sumber konflik,” ujar mantan Gubernur Banten itu.
Selain itu, WH juga menyinggung pengaruh media sosial terhadap generasi muda. Menurutnya, penggunaan media digital yang tidak bijak dapat berdampak pada gangguan konsentrasi, krisis kesehatan mental, hingga memudarnya identitas budaya lokal akibat kuatnya arus globalisasi.
WH memberikan penekanan khusus pada persoalan moralitas generasi milenial. Ia menilai kemudahan akses informasi tanpa filter di era digital berkontribusi terhadap terjadinya krisis moral. “Lingkungan keluarga adalah benteng pertama. Pendidikan moral dan etika harus dimulai dari rumah agar anak mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah,” tegasnya.
Dalam sesi tanya jawab, sejumlah peserta menyoroti persoalan distribusi bantuan sosial (bansos) yang dinilai belum merata. Menanggapi hal tersebut, Wahidin menjelaskan bahwa DPR RI terus mendorong pemerintah membangun basis data terintegrasi satu pintu guna meminimalkan kesalahan sasaran.
Baca Juga: Kembali Nakhodai DPW NasDem Banten, WH: Jangan Ada Kantor DPD Dihutan dan Dipelosok
Ia juga menegaskan pentingnya fungsi pengawasan atau checks and balances dalam sistem pemerintahan. Wahidin mengingatkan anggota parlemen agar tetap peka terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
“Anggota MPR dan DPR harus mampu memenuhi ekspektasi publik. Jangan mempertontonkan gaya hidup mewah atau glamor yang justru dapat memicu kemarahan masyarakat di tengah kesulitan ekonomi,” katanya.
Kegiatan yang dipandu moderator Budi dari FISIP UYI tersebut ditutup dengan diskusi interaktif mengenai peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) serta pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bertetangga dan bermasyarakat.
Penguatan Empat Pilar Kebangsaan
Masih pada Rabu, 10 Desember 2025, pada siang harinya bertempat di Aula Biirrul Waaladain, Wahidin Halim kembali menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—merupakan fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa.
Ia memaparkan bahwa tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks, mulai dari pengaruh globalisasi, pesatnya perkembangan teknologi informasi, hingga menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Baca Juga: Anggota DPR RI Wahidin Halim Janji Kawal Kasus SIP Pamulang
“Pancasila bukan sekadar konsep normatif. Ia harus menjadi pedoman praktis dalam kehidupan sehari-hari yang menuntun perilaku kita untuk menjunjung tinggi keadilan, kemanusiaan, dan persatuan,” ujar Wahidin di hadapan sekitar 150 peserta.
Dalam sesi pemaparan materi, narasumber menjelaskan peran strategis masing-masing pilar kebangsaan, yakni: Pancasila, sebagai sumber nilai moral dan perilaku warga negara;
UUD NRI Tahun 1945, sebagai landasan hukum yang menjamin hak dan kewajiban warga negara serta tata kelola pemerintahan yang konstitusional;
NKRI, sebagai bentuk final negara yang wajib dijaga dari ancaman disintegrasi melalui semangat bela negara;
Bhinneka Tunggal Ika, sebagai kekuatan bangsa yang majemuk dengan mengedepankan toleransi dan saling menghormati.
Acara berlangsung dinamis dengan sesi diskusi interaktif. Peserta diberi ruang untuk menyampaikan pandangan, pertanyaan, serta pengalaman terkait penerapan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama.
Sosialisasi Malam Hari di Sudimara Pinang

Masih pada rangkaian kegiatan 10 Desember 2025, Wahidin Halim pada malam harinya menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bertajuk “Penguatan Pemahaman Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945, NKRI, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai Empat Pilar Kebangsaan” di kediaman Ketua RW 05, Kelurahan Sudimara Pinang, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 170 warga bersama jajaran Forum RT dan RW itu bertujuan memperkuat wawasan kebangsaan masyarakat dari aspek historis, sosiologis, dan yuridis.
Dalam pemaparannya, Wahidin menegaskan bahwa Pancasila merupakan sumber utama demokrasi di Indonesia. Nilai-nilai fundamental Pancasila, menurutnya, harus menjadi landasan dalam sistem politik dan pemerintahan dengan mengedepankan musyawarah mufakat serta semangat gotong royong.
“Demokrasi Pancasila bukan demokrasi liberal Barat. Intinya terletak pada Sila Keempat, yakni kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya integritas para pemimpin, baik bupati, wali kota, maupun gubernur, agar mampu mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab sesuai nilai-nilai Pancasila.
Selain aspek politik, Wahidin mengingatkan pentingnya implementasi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menjaga kelestarian lingkungan dan menjauhi perilaku koruptif.
“Sikap bertanggung jawab terhadap lingkungan dan menjauhi keserakahan jabatan dapat mencegah terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut menghadirkan narasumber kedua, Abdul Syukur Yakub, S.H., M.H., praktisi hukum sekaligus Tenaga Ahli Bidang Legislasi, yang memberikan pendalaman materi terkait aspek hukum tata negara dalam Empat Pilar Kebangsaan.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, ibu-ibu, hingga generasi muda. Pemilihan lokasi di RW 05 juga menjadi bentuk apresiasi kepada Ketua RW 05, Halimi, yang baru terpilih secara demokratis melalui pemilihan langsung oleh warga. (made)

















