SATELITNEWS.COM, LEBAK – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak mencatat sebanyak 12 titik ruas jalan terdampak longsor akibat intensitas hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah Lebak dalam beberapa pekan terakhir. Tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari ringan hingga parah.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak, Dade Yan Apriyandi, mengatakan hingga Senin (12/1/2026), delapan dari 12 titik longsor tersebut telah masuk tahap penanganan. “Total ada 12 titik ruas jalan yang terdampak longsor. Saat ini delapan titik sudah kami tangani, sementara empat titik lainnya masih membutuhkan penanganan lanjutan,” kata Dade kepada SatelitNews.Com melalui sambungan telepon, Selasa (13/1/2026).
Empat titik longsor yang masih dalam tahap survei berada di Kampung Cikoret, Desa Muara Dua; wilayah Sajira dekat jembatan; Kecamatan Sobang; serta Kampung Cikupa, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak.
Menurut Dade, longsor di Kecamatan Sobang diduga diperparah oleh aktivitas pembangunan Koperasi Merah Putih yang posisinya terlalu dekat dengan badan jalan sehingga memicu pergerakan tanah. “Insya Allah semuanya akan kami tangani. Saat ini tim teknis sedang melakukan survei lapangan untuk menentukan metode penanganan yang paling tepat,” ujarnya.
Dade menambahkan, kerusakan terparah akibat longsor terjadi di Kecamatan Panggarangan, disusul Kecamatan Sobang, Bayah, Cikoret Muara Dua, serta Desa Sumur Bandung, Kecamatan Cikulur, tepatnya di ruas jalan Sampay-Cileles.
Sementara itu, nilai kerugian akibat bencana longsor tersebut masih dalam proses pendataan dan perhitungan oleh Dinas PUPR Lebak. Di tengah kondisi tersebut, Dade mengimbau masyarakat, khususnya para pengendara, agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi ruas jalan rawan longsor, salah satunya di jalur Kaduagung-Cileles.
Baca Juga: Awal Agustus, Pemkot Tangerang Mulai Perbaiki Empat Ruas Jalan Rusak
“Kami mengimbau pengendara untuk lebih berhati-hati, terutama saat hujan turun. Potensi longsor susulan masih sangat mungkin terjadi,” tegasnya. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna jalan. Salah seorang pengendara, Fahri, warga Cileles, mengaku merasa waswas setiap melintas di jalur rawan longsor, terutama pada sore hingga malam hari saat hujan turun.
“Sekarang harus ekstra hati-hati. Ada bagian jalan yang sudah ambles. Kalau hujan deras, takut terjadi longsor susulan, apalagi malam hari penerangan minim,” keluhnya. Ia berharap pemerintah tidak hanya memasang rambu peringatan, tetapi segera melakukan perbaikan permanen. “Kalau hanya rambu saja belum cukup. Jalan ini cukup ramai dilalui kendaraan. Kami berharap segera diperbaiki sebelum ada korban,” ujarnya. (mulyana)
























