SATELITNEWS.COM, SERANG – Sejak diberlakukan sekolah gratis tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat, sedikitnya 60 ribu lebih anak sekolah yang menikmati kebijakan tersebut.
Jumlah itu bisa terus bertambah setiap tahunnya, karena Gubernur Banten Andra Soni menargetkan pemerataan pendidikan di Provinsi Banten secara bertahap dan simultan.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, di tahun pertama pelaksanaannya, program Sekolah Gratis telah memberikan manfaat kepada puluhan ribu pelajar dari ratusan sekolah yang ada di Banten.
”Pada tahun pertama, program Sekolah Gratis sudah menjangkau kurang lebih 60 ribu siswa yang tersebar di 814 sekolah,” katanya.
Andra menerangkan, mekanisme program sekolah gratis menerapkan prinsip gotong royong. Dalam arti, fasilitas sekolah gratis difokuskan bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu sebagai upaya mewujudkan pemerataan akses pendidikan.
Sementara itu, bagi orang tua yang memiliki kemampuan ekonomi, pembiayaan pendidikan tetap menjadi tanggung jawab keluarga. ”Ini bentuk gotong royong. Pemerintah mengurusi anak-anak yang berlatar belakang dari keluarga tidak mampu agar tercapai pemerataan akses pendidikan,” katanya.
Baca Juga: Gubernur Andra Doakan Lima Jurnalis dan Kru Kapal yang Hilang di Perairan Selat Sunda
Andra berjanji, akan melanjutkan dan memperluas cakupan program sekolah gratis di Provinsi Banten. Target jangkauan itu yakni agar program dapat menyasar satuan pendidikan berbasis keagamaan, seperti Madrasah Aliyah. Tindakan itu sengaja dilakukan sebagai upaya mengatasi belum meratanya pendidikan di Provinsi Banten.
”Pemerataan akses pendidikan adalah kunci untuk meningkatkan kualitas dan daya saing Sumber Daya Manusia Banten, khususnya dalam menghadapi puncak bonus demografi Indonesia pada tahun 2030 dan menyongsong Indonesia Emas 2045,” katanya.
Andra menegaskan, Pemprov Banten tetap memegang komitmen untuk menekan angka putus sekolah melalui program Sekolah Gratis. Program ini diprioritaskan bagi jenjang pendidikan menengah swasta yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
“Angka putus sekolah tingkat menengah di Provinsi Banten masih menjadi perhatian serius. Hal ini tercermin dari rata-rata lama sekolah masyarakat Provinsi Banten yang baru mencapai 9,16 tahun,” katanya.
”Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov Banten sejak Tahun Ajaran 2025-2026 telah meluncurkan program Sekolah Gratis bagi siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) swasta,” tutupnya. (adib)
























