SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Kepulan asap kembali muncul dari sebuah lahan kosong yang berada dekat Kantor Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Lokasi itu diketahui sebelumnya sempat terbakar, pada Rabu (7/1/2026) lalu.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Tangsel, Omay Komarudin mengatakan kebakaran tersebut kembali ditangani pada Sabtu (17/1) setelah api diduga muncul dari sisa material yang belum sepenuhnya padam.
“Yang sebelumnya kita tangani sudah padam, tetapi ternyata masih ada titik api yang hidup. Diduga berasal dari kayu dan tumpukan sampah di dalam, sehingga api kembali merambat,” ujar Omay saat dikonfirmasi, Senin (19/1).
Ia menjelaskan, pada penanganan sebelumnya, petugas sempat ditarik ke posko karena hujan turun dan kondisi dianggap aman. Namun, api kembali muncul akibat adanya material mudah terbakar di kedalaman tanah.
“Kemarin sempat kita tarik pasukan karena hujan, tapi ternyata masih ada sisa api di dalam. Kedalamannya mencapai sekitar tiga meter,” jelasnya.
Untuk penanganan lanjutan, Damkar Tangsel berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) yang akan menurunkan alat berat jenis ekskavator atau beko guna mengeruk area terdampak.
Baca Juga: Hingga Hari Keempat, Kebakaran Tumpukan Sampah di Pinang Belum Padam
“Rencananya SDA akan menurunkan beko terlebih dahulu. Setelah dikeruk, baru area bisa benar-benar dingin dan aman,” tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran melanda lahan kosong di Jalan Raya Maruga, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (7/1/2026). Api yang diduga berasal dari pembakaran sampah tersebut baru benar-benar padam setelah penanganan intensif selama kurang lebih 13 jam oleh petugas pemadam kebakaran.
Ketua RW 04 Kelurahan Serua, Saidi Sukirno, mengatakan api pertama kali dilaporkan muncul sekitar pukul 18.00 WIB pada Selasa (6/1). Saat dirinya tiba di lokasi, kobaran api sudah membesar.
“Awalnya saya dihubungi warga sekitar jam 6 sore kemarin. Begitu sampai, api sudah tinggi. Siapa yang membakar belum diketahui,” ujar Saidi saat dimintai keterangan, Rabu (7/1). (eko)
























