SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Juventus mengusung misi bangkit saat menjamu Benfica dalam laga fase grup Liga Champions 2025/2026 di Allianz Stadium, Kamis (22/1/2026) pukul 03.00 WIB. Namun, ambisi tersebut datang di tengah situasi yang tidak sepenuhnya ideal.
Skuad asuhan Luciano Spalletti baru saja menelan kekalahan mengejutkan di Serie A dari Cagliari, tim papan bawah, sekaligus harus berhadapan dengan fakta pahit sejarah, Juventus kalah dalam tiga pertemuan terakhir melawan Benfica dan tumbang dalam tujuh dari sembilan laga sepanjang sejarah duel kedua tim.
Laga kontra Cagliari sejatinya diprediksi menjadi pertandingan rutin bagi Juventus. Namun kenyataan berkata lain. Kekalahan tersebut menjadi yang pertama bagi Bianconeri dari wakil Sardinia itu dalam hampir enam tahun terakhir.
Itu juga merupakan kekalahan kedua Spalletti sejak menangani Juventus, sekaligus nyaris memupus peluang mereka dalam perburuan Scudetto. Kini,
Juventus tertahan di posisi kelima klasemen Serie A, terpaut 10 poin dari puncak klasemen.
Meski demikian, performa Juventus di Eropa justru lebih stabil. Mereka tengah menikmati tujuh laga tanpa kekalahan di semua ajang, dengan enam di antaranya berakhir kemenangan. Momentum inilah yang ingin dimanfaatkan Spalletti untuk mengamankan tiket otomatis ke babak 16 besar Liga Champions.
Saat ini, Juventus menempati peringkat ke-17 fase liga dengan koleksi sembilan poin, cukup untuk memastikan tempat di playoff fase gugur. Namun, peluang lolos langsung masih terbuka, mengingat Atletico Madrid di posisi kedelapan hanya unggul tiga poin.
Untuk mewujudkan target tersebut, Juventus wajib menyapu bersih dua laga tersisa sembari berharap hasil pertandingan lain berpihak kepada mereka.
Benfica menjadi batu sandungan serius bagi Juventus. Klub Portugal itu sedang dalam empat laga tak terkalahkan melawan tim Italia di kompetisi
Eropa, termasuk kemenangan atas Napoli di Lisbon pada matchday keenam musim ini.
Secara historis, Benfica juga unggul mutlak. Mereka memenangi tujuh dari sembilan pertemuan kontra Juventus, termasuk tiga kemenangan beruntun jelang laga di Turin ini.
Namun, awal tahun 2026 tidak berjalan mulus bagi pasukan Jose Mourinho. Benfica mencatat dua kemenangan atas Estoril dan Rio Ave, tetapi juga menelan kekalahan dari Braga dan Porto. Padahal, mereka menutup tahun 2025 dengan catatan impresif dengan 11 laga tanpa kekalahan di semua kompetisi.
Juventus tidak mengalami tambahan cedera jelang laga ini. Daniele Rugani (betis) dan Dusan Vlahovic (paha) menjadi dua pemain yang dipastikan absen.
Absennya Vlahovic, yang telah mencetak tiga gol di Liga Champions, membuat beban gol kemungkinan besar akan dipikul Jonathan David dan Weston McKennie, masing-masing sudah mengoleksi dua gol.
Kenan Yildiz patut mendapat perhatian khusus. Pemain muda sensasional ini telah mencatatkan assist dalam dua laga beruntun dan total mengoleksi empat assist di kompetisi ini.
Di kubu Benfica, Dodi Lukebakio (pergelangan kaki), Alexander Bah (lutut), dan Richard Rios (bahu) masih menepi. Sementara itu, Nicolas Otamendi dan Lukebakio (jika fit) berada dalam ancaman akumulasi kartu.
Benfica tetap mengandalkan Vangelis Pavlidis, top skor liga domestik dengan 17 gol, meski kontribusinya di Liga Champions masih terbatas, baru satu gol dari enam penampilan. (dm)