SATELITNEWS.COM, LEBAK – Upaya tanpa lelah tim SAR gabungan yang melibatkan berbagai unsur akhirnya membuahkan hasil. Setelah empat hari pencarian, jasad Salman Abdul Latif (19), wisatawan asal warga Kampung Cipinang Asem RT 14/04, Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur itu ditemukan pada Selasa sore (21/1/2026), sekitar 75 kilometer dari lokasi kejadian awal.
Ketua Balawista Kabupaten Lebak, Erwin Komara Sukma, mengatakan pencarian pada hari keempat dilakukan dengan memperluas area operasi. Selain menyisir bibir pantai, tim SAR gabungan juga mengerahkan kapal milik Balawista dan nelayan setempat untuk menyusuri jalur tengah laut, yang selama ini menjadi jalur arus kuat di kawasan tersebut.
“Sejak hari pertama pencarian, seluruh unsur SAR bekerja maksimal. Pada hari keempat, pencarian diperluas ke tengah laut dengan dukungan kapal nelayan. Kolaborasi ini sangat membantu proses pencarian hingga korban akhirnya ditemukan,” ujar Erwin, Rabu (21/1/2026).
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Banten, TNI, Polri, Balawista Kabupaten Lebak, BPBD Kabupaten Lebak, serta nelayan setempat, segera melakukan evakuasi terhadap jasad korban begitu informasi lokasi diterima. Proses evakuasi berlangsung lancar meski jarak tempuh cukup jauh dari titik awal kejadian.
“Usai dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Dari hasil pemeriksaan awal petugas, ditemukan sejumlah luka di bagian wajah korban, yang diduga kuat akibat benturan dengan karang di dasar laut selama korban terseret arus,” tegas Erwin.
Menurut Erwin, peran nelayan lokal sangat krusial dalam proses pencarian. Selain membantu penyisiran laut, nelayan juga memberikan informasi terkait arah arus laut dan titik-titik rawan yang biasa menjadi lintasan hanyutan korban laka laut.
Baca Juga: Libur Iduladha Wisata Pantai Lebak Diserbu Wisatawan
“Nelayan memahami karakter laut di wilayah ini. Informasi mereka menjadi acuan penting bagi tim SAR dalam menentukan pola dan arah pencarian,” katanya.
Diketahui, peristiwa laka laut tersebut bermula pada Jumat (17/1/2026) sekitar pukul 19.00 WIB, saat rombongan wisatawan asal Cilengsi, Kabupaten Bogor, tiba di Pantai Goa Langir dan memutuskan untuk bermalam dengan mendirikan tenda di tepi pantai.
Keesokan harinya, Sabtu (18/1/2026) sekitar pukul 05.30 WIB, empat wisatawan berenang di laut tidak jauh dari lokasi bermalam. Namun sekitar pukul 06.00 WIB, dua wisatawan, yakni Salman Abdul Latif dan Alief Athalla Akbar, tiba-tiba terseret ombak ke arah tengah laut akibat arus yang cukup kuat.
Satu wisatawan, Alief Athalla Akbar, berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepi pantai. Sementara Salman Abdul Latif dinyatakan hilang dan langsung dilakukan operasi pencarian oleh tim SAR gabungan sejak hari pertama kejadian.
Pihak Balawista Lebak kembali mengimbau para wisatawan agar tidak berenang di kawasan pantai dengan ombak dan arus kuat, terutama pada pagi hari, serta selalu mematuhi rambu peringatan keselamatan yang telah dipasang di sejumlah titik rawan di Pantai Goa Langir dan kawasan pesisir Sawarna.(mulyana)
























