SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Alex Prabu mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel segera melakukan evaluasi menyeluruh. Hal tersebut menyusul adanya kasus dugaan pencabulan puluhan siswa SDN oleh guru.
Ia meminta Dindikbud Tangsel segera menginventarisasi seluruh sekolah, baik tingkat SD maupun SMP, untuk memetakan potensi terjadinya kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan sekolah.
“Saya meminta Dinas Pendidikan itu menginventarisir sekolah-sekolah SD SMP yang berpotensi, katakanlah seluruh untuk supaya kejadian ini tak terulang kembali,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (22/1).
Alex menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut yang dinilai telah mencederai dunia pendidikan dan merusak masa depan anak-anak. Menurutnya, kasus ini bukan kali pertama terjadi sehingga sudah seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Kita turut prihatin mencederai dunia pendidikan di Kota Tangerang Selatan untuk kesekian kalinya. Untuk yang terlibat dipecat dah, ini sudah merusak masa depan anak-anak,” sebutnya.
Alex juga menekankan agar oknum yang terlibat dalam kasus pencabulan diberikan sanksi tegas tanpa kompromi. Menurutnya, tindakan tersebut sudah melampaui batas dan berdampak besar terhadap masa depan korban.
Baca Juga: Doa Bersama untuk 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Digelar di Islamic Center Tangsel
“Saya minta pak Kadis ini mulai aware terhadap kekerasan seksual dan sebagainya, sudah cukup lah sudah beberapa kali. Jadi kalau yang terlibat tidak ada ampun, pecat lalu bawa ke hukum,” sebutnya.
Ia menilai momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperbaiki sistem dan budaya di dunia pendidikan Tangsel. Fungsi guru, wali kelas, hingga kepala sekolah harus kembali diaktifkan secara maksimal dalam mengawasi dan melindungi peserta didik.
“Ini gunakan momentum untuk memperbaiki dunia pendidikan di Tangsel. Fungsi-fungsi guru, wali kelas, kepala sekolah, harus mengarahkan supaya agar tidak lagi terjadi pelecehan seksual, bully, kekerasan dan sebagainya, ini harus diaktifkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Alex meminta Kepala Dindikbud Tangsel untuk memiliki kepekaan dan kewaspadaan tinggi terhadap isu kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.
Selain itu, Alex juga mendorong DPRD Kota Tangsel, khususnya Komisi II, untuk segera memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan pihak sekolah terkait guna meminta penjelasan kronologi kejadian serta program pencegahan yang akan diterapkan ke depan.
“Saya juga minta teman-teman DPRD komisi II panggil kepala Dinas dan guru sekolah untuk minta kronologi dan bagaimana program program Dinas Pendidikan supaya kejadian tidak berulang lagi,” paparnya.
Baca Juga: Jurnalis Asal Tangsel Hilang di Kawasan GAK, Ketua RT Berharap Ditemukan Selamat
Diberitakan sebelumnya, peristiwa yang mencoreng dunia pendidikan kembali terjadi di SD Negeri di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Puluhan siswa laki-laki diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang oknum guru berinisial YP (54).
Polres Tangerang Selatan (Tangsel) menangkap menetapkan YP (54) sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap siswa.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 418 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP baru juncto Pasal 6 Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). (eko)
























