SATELITNEWS.COM, LEBAK—Jalan Nangklak yang menjadi jalur alternatif penghubung Rangkasbitung menuju wilayah Lebak Selatan mengalami amblas dan rusak parah. Ruas jalan yang berada di Desa Margatirta, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, itu kini sulit dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.
Asnawi, warga Cikuya, Desa Margatirta, mengatakan kerusakan jalan terjadi setelah wilayah tersebut dilanda cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi jalan yang amblas berada pada bagian menanjak, sehingga menambah risiko bagi pengguna jalan.
“Ya kerusakannya sudah lama, amblas usai dilanda cuaca ekstrem. Amblas cukup dalam. Kalau motor masih bisa lewat pelan-pelan, tapi mobil sering kesulitan. Apalagi kalau hujan, rawan licin,” ujar Asnawi kepada SatelitNews.Com, Minggu (25/1/2026).
Berdasarkan penelusuran di lapangan dan peta digital, ruas tersebut dikenal sebagai Jalan Nangklak dan merupakan aset jalan milik Pemerintah Kabupaten Lebak. Jalan ini menghubungkan Kecamatan Cimarga dengan Kecamatan Cikulur serta terintegrasi dengan jalur Kaduagung-Cileles.
Jalan Nangklak memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat. Selain menjadi akses utama warga Cimarga menuju Cikulur dan Cileles, ruas ini juga kerap digunakan sebagai jalur alternatif oleh pengendara dari Rangkasbitung dan sekitarnya yang hendak menuju wilayah Lebak Selatan hingga Kabupaten Pandeglang.
Namun pasca amblas, arus lalu lintas di jalur tersebut terganggu. Sejumlah pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan atau memilih memutar arah untuk menghindari titik kerusakan yang dinilai membahayakan.
Baca Juga: Tinjau Proyek Turap di Tangsel, Pilar Saga Wanti-Wanti Soal Kualitas
Kerusakan jalan ini turut berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Warga harus menempuh jarak yang lebih jauh akibat harus memutar melalui jalur lain, sehingga waktu tempuh dan biaya transportasi meningkat.
Kondisi ini dirasakan memberatkan, terutama bagi pedagang kecil, petani, dan pekerja harian yang mengandalkan kelancaran akses jalan tersebut. “Biasanya lewat sini lebih cepat. Sekarang harus mutar jauh, bensin nambah, waktu juga lebih lama. Kalau setiap hari begini, jelas memberatkan,” kata Asnawi.
Sekretaris BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama, membenarkan bahwa Jalan Nangklak merupakan salah satu titik yang terdampak cuaca ekstrem di wilayah Lebak. Pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri melintas di lokasi jalan yang rusak parah. “Kami minta pengendara untuk sementara tidak melewati jalur tersebut karena kondisinya cukup berbahaya. Gunakan jalur alternatif lain untuk menghindari risiko kecelakaan,” ujar Febby.
Kondisi tersebut mendorong harapan masyarakat agar Pemerintah Kabupaten Lebak segera melakukan penanganan dan perbaikan pada ruas Jalan Nangklak. Mengingat status jalan merupakan aset pemerintah daerah dan fungsinya yang vital sebagai jalur alternatif menuju Lebak Selatan, warga menilai penanganan cepat diperlukan agar aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat tidak terus terganggu. Perbaikan darurat dinilai mendesak untuk mencegah kerusakan bertambah luas dan meminimalkan risiko kecelakaan. (mulyana)
























