SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG — Sudah 10 tahun lebih, akses menuju Stadion Badak Pandeglang terkesan dibiarkan rusak berat. Padahal, jalur tersebut merupakan akses alternatif bagi pengendara yang hendak ke Kecamatan Majasari dan beberapa kecamatan lainnya.
Pantauan di lokasi, lubang disepanjang jalur tersebut berukuran variatif. Namun, sebagian besar ukurannya besar dan dalam. Bahkan, pengendara sepeda motor dan mobil, kesulitan memilih jalan.
Seorang pengendara yang melintas, Deni mengaku, sudah sering melintas di jalur tersebut. Namun, kondisinya tak berubah-ubah, masih tetap rusak.
“Bingung, kenapa enggak diperbaiki. Di jalur ini kan ada perkantoran yaitu Dinas Lingkungan Hidup, ada sekolah CMBBS, perumahan juga banyak dan akses lintasan strategis,” kata Deni, Rabu (4/2/2026).
Katanya, tidak sedikit pengendara motor yang mengalami kecelakaan di jalur itu. Terlebih, pengendara yang terburu-buru mengejar waktu. Karena, mereka harus mengerem mendadak saat di depannya ada lubang.
Apalagi di musim penghujan, ujarnya, lubang jalan tergenangi air dan ketika pengendara melintas malam hari tidak terlihat ada lubang. Akhirnya, si pengendara terpeleset atau terperosok ke jalan berlubang.
Baca Juga: Sidak WP, DPRD Pandeglang Canangkan Revisi Perda Pajak Daerah
Warga sekitar, Suryana mengaku, kawasan Stadion Badak Pandeglang merupakan arena berolahraga yang ramai dikunjungi masyarakat, khususnya hari Sabtu dan Minggu.
“Kalau Sabtu dan Minggu, ramai yang main ke stadion. Ada yang sengaja berolahraga, jogging, belajar motor atau mobil, serta beraktifitas lainnya,” pungkasnya.
Dengan demikian, ia dan masyarakat sekitar berharap jalur tersebut segera diperbaiki dan ditambah lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) nya.
Agar mengikis kesan angker, atau tidak menjadi rawan kecelakaan dan rawan tindak pidana kejahatan.
Tokoh pemuda setempat, Lukman Hakim menyatakan, pemerintah daerah harus segera memprioritaskan pembangunan atau perbaikan jalan menuju Stadion Badak Pandeglang. Jangan terus dibiarkan berlarut-larut.
“Sudah 10 tahun lebih, dibiarkan. Pembangunannya kan bisa dilakukan bertahap, jika anggarannya tidak memungkinkan untuk membangun atau memperbaiki sekaligus,” sarannya.
Baca Juga: UPT Puskesmas Bojong Pandeglang Bahas Kesehatan Masyarakat
Diakuinya, ia sudah banyak mendapat pengaduan dari masyarakat sekitar. Bahkan, tokoh masyarakat juga sepakat untuk mengajukan permohonan atasnama masyarakat ke pemerintah daerah. (mardiana)
























