SATELITNEWS.COM, LEBAK–Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, warga Tionghoa di Kabupaten Lebak mulai melaksanakan ritual cuci rupang di Vihara Ananda Avokitesvara, Rangkasbitung, Senin (9/2/2026). Ritual tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan menyambut pergantian tahun baru penanggalan Tionghoa.
Pantauan di lokasi, sejak pagi sejumlah umat tampak khidmat mengikuti prosesi pembersihan patung dewa-dewi. Satu persatu rupang serta lukisan dimandikan menggunakan air hangat yang telah dicampur bunga dan minyak khusus. Setelah dibersihkan, patung-patung tersebut kemudian dipakaikan kain atau jubah baru.
Pengurus Vihara Ananda Avokitesvara Rangkasbitung, Randi Wandi (52), mengatakan, ritual cuci rupang merupakan tradisi tahunan yang rutin dilakukan menjelang Imlek. Selain sebagai simbol penyucian, kegiatan tersebut juga menjadi momentum kebersamaan umat. “Kami melakukan pembersihan dan pemandian Kim Sim para dewa serta mengganti jubahnya. Semua umat Buddha di sekitar Rangkasbitung secara sukarela ikut membantu tradisi cuci rupang ini,” ujarnya.
Tak hanya rupang, umat juga membersihkan altar dan seluruh area vihara agar dalam kondisi bersih dan rapi saat perayaan Imlek berlangsung. Sejumlah altar yang dibersihkan di antaranya altar Makuan Im, Kong Cok Tek Seng Sim Kong, Cok Langkung Kutip Pakung, Buddha, hingga Samkoun Taiti.
Menurut Randi, makna utama dari ritual tersebut adalah menyambut tahun baru dengan kesiapan lahir dan batin. “Maknanya menyambut tahun baru. Seperti kita juga membersihkan diri, para dewa-dewi pun disucikan dan diganti jubahnya,” katanya.
Selain ritual cuci rupang, rangkaian kegiatan jelang Imlek di vihara tersebut juga meliputi penggantian lampion dan lilin. Pada tanggal 10 penanggalan Tionghoa, umat akan melaksanakan sembahyang kepada leluhur atau ritual Ceng Beng.
Baca Juga: MBG Disetop Sementara, Dimulai Lagi 23 Februari
Sementara, puncak perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada 17 Februari 2026 direncanakan akan dimeriahkan dengan pertunjukan barongsai dan naga. Umat berharap perayaan Imlek tahun ini, yang menandai Shio Kuda dengan elemen api, dapat membawa energi positif. Shio tersebut diyakini melambangkan semangat tinggi, keberanian, kemandirian, serta kerja keras, yang diharapkan menghadirkan kesehatan, kesuksesan, dan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat. (mulyana)
























