SATELITNEWS.COM, SERANG — Tiga kelurahan di Kota Serang menjadi percontohan program Desa/Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) Tahun 2026 yang digagas oleh BPS Kota Serang. Tiga kelurahan itu meliputi, Kekurahan Cipete, Sukalaksana, dan Kemanisan Kecamatan Curug, Kota Serang.
Pencanangan dilakukan di Aula Setda Kota Serang, Selasa (10/2/2026). Turut hadir Kepala BPS Kota Serang Tri Tjahjo Purnomo, Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Serang Yudi Suryadi, Kepala Bapperida Kota Serang Ina Linawati, Kepala Bidang Statistik Dokumentasi dan Evaluasi Informasi Diskominfo Kota Serang Ismet Febiyanto, para camat se-Kota Serang, lurah se-Kecamatan Curug, agen statistik, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perwakilan BPS Provinsi Banten.
Kepala BPS Kota Serang Tri Tjahjo Purnomo mengatakan, program ini akan difokuskan pada pengelolaan dan pemanfaatan data statistik sektoral, khususnya data sosial ekonomi masyarakat.
Di lapangan, langkah-langkah yang akan dilakukan meliputi peningkatan kapasitas aparatur kelurahan, penataan dan pemutakhiran data, serta penguatan koordinasi dengan kecamatan, perangkat daerah, dan BPS.
“Kami akan intensif melakukan pendampingan di tiga kelurahan itu,” katanya.
Tri mengaku, tim BPS sudah siap memberikan pendampingan dan pembinaan statistik kepada ketiga kelurahan tersebut. Pendampingan akan difokuskan pada peningkatan literasi statistik, penerapan standar pengelolaan data, serta pemanfaatan data sebagai dasar perencanaan pembangunan berbasis bukti.
Baca Juga: BPS Luruskan 6 Salah Paham Tentang Desil, Jangan Sampai Keliru
Dengan dicanangkannya program ini, diharapkan implementasi Satu Data Indonesia di tingkat kelurahan semakin kuat dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Setelah di tiga kelurahan ini sukses, nanti akan kita kembangkan di kelurahan lainnya,” imbuhnya.
Asda II Kota Serang Yudi Suryadi, menjelaskan program Kelurahan Cantik merupakan langkah strategis untuk membangun budaya kerja aparatur yang berbasis data.
Menurutnya, data yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi adalah kunci utama dalam menyusun kebijakan dan perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.
“Kelurahan merupakan ujung tombak pelayanan publik. Melalui program ini, kami berharap setiap kebijakan dan program pembangunan benar-benar didasarkan pada data yang valid dan sesuai dengan kondisi riil masyarakat,” ujar Yudi.
Yudi menambahkan, keberhasilan program ini memerlukan komitmen dan kolaborasi lintas sektor. Data yang dikelola dengan baik di tingkat kelurahan, diharapkan mampu mendukung berbagai program prioritas Pemkot Serang.
Baca Juga: Angka Kemiskinan di Banten Turun, Pemerintah Diminta Tak Terlena
“Seperti pengentasan kemiskinan, penurunan angka stunting, pengembangan UMKM, serta peningkatan kualitas pelayanan publik,” imbuhnya. (luthfi)
























