Selasa, 29 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Angka Kemiskinan di Banten Turun, Pemerintah Diminta Tak Terlena

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Senin, 10 Agu 2026 07:54 WIB
Rubrik Banten Region, Headline, Pemprov Banten
Angka Kemiskinan di Banten Turun, Pemerintah Diminta Tak Terlena

LOGO BPS. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, SERANG–-Angka kemiskinan dan ketimpangan di Provinsi Banten menunjukkan tren positif. Namun, capaian tersebut dinilai tidak cukup dibaca sebagai keberhasilan pembangunan secara utuh.

Akademisi dan Dosen Tetap Program Studi Manajemen Universitas Primagraha, Achmad Rozi, mengingatkan pemerintah agar tidak terlena dengan angka agregat yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten.

Dalam Berita Resmi Statistik Nomor 43 dan 44/08/36 tertanggal 5 Agustus 2026, BPS mencatat Gini Ratio Banten berada di angka 0,312, sementara tingkat kemiskinan turun menjadi 5,38 persen.

Menurut Achmad, capaian tersebut memang patut diapresiasi. Namun, angka agregat dapat menyembunyikan persoalan yang masih terjadi di lapisan masyarakat tertentu.

“Penurunan Gini Ratio dari 0,394 pada Maret 2016 menjadi 0,312 pada Maret 2026 adalah perjalanan sepuluh tahun yang tidak instan,” ujarnya dalam kajiannya.

Ia menyebut jumlah penduduk miskin kini turun menjadi 746,73 ribu jiwa. Dalam satu semester terakhir, jumlah penduduk miskin berkurang 8,9 ribu orang di perkotaan dan 5,2 ribu orang di perdesaan.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Guru PPPK Paruh Waktu Jadi PPPK Penuh Waktu Tanpa Tes

Di sisi lain, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyerap 99,59 ribu tenaga kerja baru. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga turun menjadi 6,59 persen.

Namun, Achmad menilai capaian tersebut semestinya menjadi titik awal untuk melihat siapa yang paling menikmati pertumbuhan ekonomi dan kelompok mana yang masih tertinggal.

BeritaTerbaru

PENCANANGAN -- Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, canangkan tiga varietas ubi jalar lokal, di UPT Puskeswan Kecamatan Karangtanjung, Senin (28/9/2026). (ISTIMEWA)

Bupati Dewi Canangkan Tiga Varietas Ubi Jalar Lokal

Senin, 28 Sep 2026 19:45 WIB
BANTUAN AIR BERSIH -- Personel Koramil 0108/Bojong Kodim 0601/Pandeglang, salurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kampung Hagaru, Desa Mekarsari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang, Senin (28/9/2026). (ISTIMEWA)

Koramil 0108/Bojong Kodim 0601/Pandeglang Salurkan Bantuan Air Bersih

Senin, 28 Sep 2026 19:41 WIB
Bunuh Perempuan Muda di Ruko Cipondoh, Seorang Pria Dibekuk Polisi

Bunuh Perempuan Muda di Ruko Cipondoh, Seorang Pria Dibekuk Polisi

Senin, 28 Sep 2026 18:34 WIB
Tol Rangkasbitung–Cileles Uji Laik, Nataru Ditarget Dibuka Gratis

Tol Rangkasbitung–Cileles Uji Laik, Nataru Ditarget Dibuka Gratis

Senin, 28 Sep 2026 17:51 WIB

“Siapa yang paling diuntungkan dari perbaikan ini? Dan siapa yang tertinggal di baliknya?” katanya.

Achmad menyoroti distribusi pengeluaran masyarakat Banten. Pangsa pengeluaran kelompok 20 persen teratas meningkat dari 40,44 persen menjadi 40,53 persen. Sebaliknya, pangsa pengeluaran 40 persen masyarakat terbawah justru turun dari 21,84 persen menjadi 21,61 persen.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan adanya pergeseran manfaat pertumbuhan yang perlu diwaspadai. Stabilnya Gini Ratio pada angka 0,312, kata dia, tidak otomatis menunjukkan distribusi kesejahteraan semakin adil.

“Ketimpangan rendah menurut ambang batas Bank Dunia tidak otomatis berarti distribusi kesejahteraan sedang bergerak ke arah yang lebih adil,” tegasnya.

Baca Juga: Beras Langka di Pasar Modern, Pemerintah Gelontorkan 110 Ribu Ton

Persoalan lain terlihat dari perbedaan karakter kemiskinan antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Achmad mencatat Gini Ratio perdesaan Banten berada di angka 0,220, sementara perkotaan 0,312.

Namun, ketika dilihat dari kedalaman kemiskinan, kondisinya justru berbalik. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) di perkotaan mencapai 0,872, lebih tinggi dibandingkan perdesaan yang berada di angka 0,620.

Begitu pula Indeks Keparahan Kemiskinan (P2), yakni 0,210 di perkotaan berbanding 0,115 di perdesaan.

“Artinya, meski jumlah penduduk miskin di kota berhasil ditekan lebih signifikan secara nominal, mereka yang masih tersisa dalam kemiskinan justru terjebak jauh lebih dalam di bawah garis kemiskinan dibandingkan penduduk miskin di desa,” jelasnya.

Menurut Achmad, kondisi tersebut berkaitan dengan lebih tingginya biaya hidup masyarakat perkotaan. Garis Kemiskinan perkotaan Banten tercatat Rp765.739, sedangkan perdesaan Rp687.893.

Perbedaan tersebut, kata dia, menggambarkan tekanan biaya hidup masyarakat miskin perkotaan, mulai dari kebutuhan tempat tinggal, transportasi hingga kebutuhan nonpangan lainnya.

Karena itu, ia menilai kebijakan penanggulangan kemiskinan tidak semestinya menggunakan pendekatan yang sama antara perkotaan dan perdesaan.

“Kebijakan bantuan sosial yang seragam antara kota dan desa berisiko keliru sasaran,” ujarnya.

Achmad juga menyoroti komposisi pengeluaran rumah tangga miskin. Beras masih menjadi salah satu komoditas utama penyumbang garis kemiskinan, dengan kontribusi 17,49 persen di perkotaan dan 22,86 persen di perdesaan.

Namun, yang menjadi perhatian adalah kontribusi rokok kretek filter terhadap garis kemiskinan di perdesaan yang mencapai 18,20 persen.

Menurutnya, angka tersebut menjadi sinyal bahwa sebagian rumah tangga miskin masih mengalokasikan pengeluaran cukup besar untuk kebutuhan non-gizi, ketika kebutuhan pangan bergizi semestinya menjadi prioritas.

Sementara di wilayah perkotaan, roti dan mi instan disebut mulai menjadi komoditas yang turut berkontribusi terhadap garis kemiskinan, dengan kontribusi kumulatif sekitar lima persen.

“Persoalan kemiskinan di Banten tidak semata soal kurangnya pendapatan, tetapi juga soal pola alokasi pengeluaran,” katanya.

Di tengah berbagai persoalan tersebut, Achmad tetap melihat sektor pertanian sebagai salah satu penyangga penting bagi masyarakat perdesaan. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian mencapai 116,06 dan Nilai Tukar Petani 109,45.

Namun, ia mengingatkan pemerintah untuk tidak terlalu cepat berpuas diri dengan kinerja sektor tersebut. Pertumbuhan PDRB sektor pertanian sebesar 27,53 persen secara kuartalan harus dibaca secara hati-hati karena berpotensi dipengaruhi faktor musiman, khususnya siklus panen.

“Banten tidak boleh menggantungkan stabilitas ketimpangan hanya pada satu sektor,” ujarnya.

Menurut Achmad, pemerintah perlu memperkuat diversifikasi ekonomi perdesaan, akses permodalan petani kecil serta regenerasi petani muda.

Ia pun memberikan sejumlah catatan bagi pemerintah daerah. Pertama, penanganan kemiskinan perkotaan dan perdesaan harus dibedakan berdasarkan karakter serta biaya hidup masing-masing wilayah.

Kedua, tingginya konsumsi rokok pada rumah tangga miskin perdesaan perlu menjadi perhatian lintas sektor, tidak hanya melalui imbauan, tetapi juga kebijakan kesehatan dan fiskal.

Ketiga, stabilitas harga beras serta pengawasan terhadap kualitas gizi pangan olahan perlu diperkuat untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat.

Keempat, momentum sektor pertanian sebagai penyangga ekonomi perdesaan harus dijaga melalui investasi jangka panjang.

Achmad menegaskan, Banten memang memiliki alasan untuk mengapresiasi penurunan angka kemiskinan dan ketimpangan. Namun, capaian tersebut tidak boleh berhenti menjadi bahan klaim keberhasilan pemerintah.

“Keberhasilan pembangunan yang hanya diukur dari indikator agregat berisiko menyembunyikan ketimpangan yang justru sedang bergeser bentuk, dari yang tampak jelas menjadi yang tersembunyi di balik rata-rata,” tandasnya.

Menurutnya, pekerjaan pemerintah ke depan bukan sekadar menjaga angka kemiskinan tetap turun dan Gini Ratio berada di bawah ambang tertentu. Lebih dari itu, pemerintah harus memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan secara proporsional oleh masyarakat, baik di perkotaan maupun perdesaan. (myu/rmg)

Tags: bpskemiskinanketimpanganpemerintah
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Antisipasi Banjir, Pemkot Tangerang Terus Normalisasi Sungai
Headline

Antisipasi Banjir, Pemkot Tangerang Terus Normalisasi Sungai

Senin, 28 Sep 2026 17:21 WIB
Banten Region

Taat Bayar PBB, Pemkab Serang Undi 2 Tiket Umrah Untuk Warga

Senin, 28 Sep 2026 17:02 WIB
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang, Supiyanto. (ISTIMEWA)
Banten Region

DPRD Kabupaten Serang Plotting Penyertaan Modal Rp2,794 Miliar untuk PDAM

Senin, 28 Sep 2026 16:57 WIB
Bupati-Wabup Lebak Tak Nongol di Paripurna APBD 2027, DPRD "Mencak-mencak"
Banten Region

Bupati-Wabup Lebak Tak Nongol di Paripurna APBD 2027, Anggota DPRD “Mencak-mencak”

Senin, 28 Sep 2026 14:28 WIB
PENYAMPAIAN MATERI -- Danramil 0101/Pandeglang Kapten Inf Dedi Bonar Sirait, menyampaikan materi wawasan kebangsaan dihadapan ratusan pelajar SMPN 1 Pandeglang, Senin (28/9/2026). (ISTIMEWA)
Banten Region

300 Pelajar SMPN 1 Pandeglang Diberi Materi Wawasan Kebangsaan

Senin, 28 Sep 2026 11:27 WIB
KERING : Lebih dari 2.500 hektare areal persawahan di Kecamatan Tunjungteja mengalami kekeringan. Dua Daerah Irigasi (DI) yaitu Cisangu Atas dan Cisangu bawah tidak berfungsi meski sudah diperbaiki. (ADIB FAHRI/SATELITNEWS.COM)
Banten Region

2.998,55 Hektare Sawah di Banten Terdampak Kekeringan

Senin, 28 Sep 2026 11:11 WIB
Selamat dan Sukses Wisudawan wisudawati Universitas Muhammadiyah Tangerang
Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni
Pajak Daerah BAPENDA Tangerang Selatan
Selamat Memperingati HARHUBNAS 2026 DinHub Kab Tangerang

Berita Pilihan

Hipertensi-Diabetes Jadi Temuan Dominan CKG di Lebak

Hipertensi-Diabetes Jadi Temuan Dominan CKG di Lebak

Minggu, 27 Sep 2026 18:36 WIB
Realisasi Investasi Kota Tangerang Capai Rp11,73 Triliun, DPMPTSP Optimistis Lampaui Target

Realisasi Investasi Kota Tangerang Capai Rp11,73 Triliun, DPMPTSP Optimistis Lampaui Target

Rabu, 23 Sep 2026 14:50 WIB
Spanyol vs Kroasia, Amankan Poin Kandang

Spanyol vs Kroasia, Amankan Poin Kandang

Senin, 28 Sep 2026 17:13 WIB
SIM Keliling Jakarta Senin 7 September Hadir di 5 Lokasi

Layanan SIM Keliling Jakarta Selasa 22 September, Cek Lokasinya

Selasa, 22 Sep 2026 08:10 WIB

DPMPTSP Kabupaten Serang Sosialisasikan Raperbup ke 100 Pengusaha

Sabtu, 26 Sep 2026 11:58 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.