SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Banyak warga keliru menafsirkan desil sebagai ukuran langsung kondisi ekonomi rumah tangga seperti pendapatan, kekayaan, atau pengeluaran. Padahal, Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan, desil merupakan peringkat relatif tingkat kesejahteraan keluarga dibandingkan dengan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi.
Berikut 7 anggapan keliru tentang desil, yang telah diluruskan oleh BPS melalui akun Instagram resminya @bps_statistics:
1. BPS menentukan siapa yang menerima bantuan sosial (bansos)
Faktanya:
Penetapan penerima bansos merupakan wewenang kementerian/lembaga terkait. BPS berperan menyediakan data statistik dan sosial ekonomi sebagai bahan kebijakan.
2. Desil adalah label miskin atau kaya
Faktanya:
Desil adalah pengelompokan tingkat kesejahteraan dengan memperhatikan karakteristik keluarga dan wilayah beserta distribusinya.
Desil digunakan untuk prioritas penargetan program. Bukan sebagai cap status sosial bagi seseorang.
3. Status desil bisa berubah otomatis tanpa proses
Faktanya:
Perubahan desil dapat terjadi, apabila terdapat perubahan atau pembaruan data yang menjadi dasar pemeringkatan. Baik yang berasal dari data administratif, pemutakhiran oleh kementerian/lembaga dan Pemerintah Daerah, maupun pembaruan informasi oleh masyarakat melalui SIKS-NG, Cek Bansos atau Kanal Cek Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Baca Juga: Warga Kota Tangerang Bisa Sanggah Data Desil Apabila Tak Sesuai
4. Punya motor otomatis tak bisa menerima bansos
Faktanya:
Kepemilikan kendaraan bukan satu-satunya penentu. Penilaian kesejahteraan mempertimbangkan berbagai kondisi keluarga.
5. Gaji Rp 3 juta pasti desil 5
Faktanya:
Tidak ada tabel resmi pengelompokan desil berdasarkan gaji bulanan. BPS tidak pernah mengeluarkan tabel desil berdasarkan estimasi pendapatan/pengeluaran keluarga per bulan, serta profil kepemilikan aset dan kondisi rumah.
6. Desil ditentukan dari besaran gaji bulanan
Faktanya:
Desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan penduduk yang disusun berdasarkan berbagai indikator sosial ekonomi keluarga. Bukan semata-mata berdasarkan besaran gaji bulanan. Informasi resmi terkait desil dan DTSEN diperoleh melalui kanal resmi pemerintah. (rmg)






















